BMW 320i Touring Tabrak Polisi Pakai Pelat Bantuan Hitam, Ini Kata Korlantas

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 14:41 WIB
Potret mobil BMW 320i penabrak polisi di Jaksel yang kini dikandangkan polisi (Foto: Rakha/detikcom)
Potret mobil BMW 320i penabrak polisi di Jaksel yang kini 'dikandangkan' polisi. (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Mobil BMW seri 320i Touring yang menabrak petugas kepolisian di Jalan Sisingamangaraja, Jaksel, menggunakan pelat bantuan tapi berwarna hitam. Korlantas Polri memberi penjelasan.

"Satu, kemungkinan nopol sudah diberikan oleh pemangku regident, sambil penerbitan dokumen yang sah juga berjalan (dilakukan secara simultan). Dua, ada beberapa wilayah yang meng-cover dengan menerbitkan surat keterangan, agar masyarakat tidak benar melanggar aturan dan ketika diperiksa di jalan kita tahu persis ranmor dimaksud bukanlah ranmor ilegal," ujar Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Taslim Chairuddin, saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

"Tiga, masyarakat pemilik ranmor berinisiatif memasang sendiri TNKB dan ini dapat dikategorikan pemalsuan. Empat, ranmor dioperasionalkan tanpa dokumen dan tanpa TNKB, bahkan ada juga yang sekadar memasang bahan dari kardus dengan tulisan 'test'. Hal inilah yang sedang kita selesaikan," sambungnya.

Selain itu, Taslim mengakui selama ini Polri memang mengeluarkan nopol bantuan dan TNKB warna hitam. Contohnya seperti mobil pejabat dengan pelat nomor merah, yang pelat nomor bantuannya berwarna hitam. Hanya, tidak semua pejabat mendapatkannya.

"Polri selama ini memang ada mengeluarkan TNKB atau nopol bantuan dan warna TNKB memang harus hitam. Contohnya: TNKB pejabat pemerintah untuk kerahasiaan (makanya nopol ranmor gubernur, aslinya merah, bantuannya hitam). Atau RFP untuk Polri, RFS untuk pejabat sipil. Nomor bantuan itu untuk ranmor yang memang sudah diregistrasi sehingga semua kewajiban (pajak dan SWDKLJ) tetap dilaksanakan. Pemberiannya juga tidak untuk semua pejabat," papar Taslim.

Meski demikian, kata Taslim, polisi kesulitan mencegah masyarakat agar tidak langsung mengendarai kendaraan bermotor yang baru dibeli. Dia mengimbau masyarakat agar menunggu dokumen yang sah terbit.

"Kita memang sulit mencegah masyarakat yang telah membeli kendaraan bermotor untuk segera dioperasikan di jalan, sementara mereka belum mendapatkan dokumen yang sah (STNK dan TNKB). Idealnya dealer atau badan usaha penjualan, tidak menyerahkan unit kendaraannya sebelum dokumen yang sah, akan tetapi juga sulit dilakukan, oleh karena itu terkait hak dasar konsumen dan terkait dunia usaha," imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah mobil BMW seri 320i Touring yang dikendarai sopir berinisial RI menabrak petugas kepolisian di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Pelat nomor mobil itu janggal, namun disebut sebagai pelat bantuan polisi. Benarkah?

Dari informasi yang dihimpun detikcom, mobil BMW berjenis 320i Wagon itu baru resmi dirilis pada 2020. Meski demikian, pelat nomor mobil tertulis '10.2021', yang artinya hanya berlaku hingga Oktober 2021 saat ini.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menjelaskan, mobil yang dikemudikan RI itu masih menggunakan pelat nomor bantuan. Pelat asli mobil tersebut diketahui masih dalam proses pembuatan di kepolisian.

"Pelatnya masih menggunakan nomor bantuan, karena yang asli masih dalam proses," ujar Argo kepada detikcom, Minggu (10/10).

Argo menjelaskan, pelat nomor bantuan tersebut hanya berlaku untuk sementara waktu.

"Sehingga hanya berlaku sementara saja," kata Argo.

Pelat nomor sementara ini diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Pasal 69 ayat 1, dijelaskan bahwa setiap Kendaraan Bermotor yang belum diregistrasi dapat dioperasikan di Jalan untuk kepentingan tertentu dengan dilengkapi surat tanda coba kendaraan bermotor (STCK) dan tanda coba nomor kendaraan bermotor (TKCB).

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa STCK bisa diberikan oleh Polri kepada bidang usaha penjualan dan pembuatan kendaraan bermotor.

"Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada badan usaha di bidang penjualan, pembuatan, perakitan, atau impor Kendaraan Bermotor," demikian bunyi aturan tersebut.

Aturan ini diperjelas lagi dalam Peraturan Kapolri No 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Dalam aturan itu dijelaskan, TCKB adalah tanda pemberi legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor sementara berupa pelat dengan spesifikasi tertentu yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah, nomor registrasi dan dipasang pada kendaraan bermotor.

Namun yang TCKB ini berdasarkan aturan tersebut memakai pelat nomor berwarna dasar putih dan tulisan merah.

"TCKB berwarna dasar putih dengan tulisan merah," bunyi Pasal 18 ayat 11 Peraturan Kapolri No 5 Tahun 2012.

Hal ini berbeda dengan pelat nomor BMW seri 320i yang warnanya justru hitam seperti pelat nomor pada umumnya.

Lihat juga video 'Tabrakan Pemotor Vs Mobil Angkot di Tasikmalaya!':

[Gambas:Video 20detik]

(drg/idn)