Anggota Komisi III Desak Panggil Sentul City-Aparat Terkait Sengketa Lahan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 12:14 WIB
Gedung Nusantara III tempat Pimpinan MPR, DPR dan DPD juga terlihat sepi yang biasanya ramai. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung DPR RI (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Polemik sengketa lahan antara PT Sentul City dengan Rocky Gerung dan sejumlah warga Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, belum menemui solusi. Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat, Santoso, mendesak komisinya memanggil pihak-pihak terkait ke Senayan.

"Pada masa sidang mendatang, kami usul agar Panja Penegakan Hukum Komisi III DPR RI mengagendakan pemanggilan pihak-pihak terkait kasus ini serta institusi penegak hukum yang merupakan mitra Komisi III," kata Santoso kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Santoso mendesak aparat penegak hukum menuntaskan pengusutan status kepemilikan lahan Sentul City di Bojong Konong. Santoso memaparkan aduan yang diterima Komisi III DPR terkait sengketa lahan ini.

"Aparat penegak hukum harus berani mengusut tuntas status kepemilikan lahan Sentul City di kawasan Bojong Koneng, Babakan Madang Kabupaten Bogor. Kami mendapat banyak laporan dari warga desa yang merasa hak kepemilikan tanahnya diserobot oleh perusahaan itu. Secara khusus harus diselidiki proses pengalihan lahan eks HGU PTP menjadi HGB Sentul City, apakah sesuai dengan hukum atau tidak, dan bagaimana evaluasinya," katanya.

Polemik terbaru dari kasus sengketa lahan Sentul City vs sejumlah warga yakni perusakan kantor desa setempat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Massa merusak area depan gedung hingga ruangan kantor kepala desa.

Pantauan detikcom di Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, terlihat kaca di bagian depan gedung tersebut bolong imbas dirusak warga. Serpihan kaca pun masih berserakan di lokasi.

Penjelasan Pihak Rocky Gerung

Kuasa hukum Rocky Gerung dan warga Bojong Koneng, Nafirdo Ricky, menjelaskan tindakan warga yang merusak Kantor Desa Bojong Koneng. Dia menyebut tindakan itu bermula dari mulai adanya upaya penggusuran yang dilakukan pihak Sentul City ke lahan warga.

"Kedatangan warga ke kantor desa itu adalah dipicu karena dari hari Jumat kemarin, dari pihak Sentul dan kemungkinan juga ada kepala desa melakukan pengukuran. Namun udah dicegat sama warga," kata Nafirdo.

"Namun kemudian pada hari Sabtu sekitar jam 10-11-an itu, buldoser Sentul gerak lagi. Itu lahannya Pak Sudianto namanya itu diratakan oleh pihak Sentul City bersama pasukannya itu. Kita nggak tahu pasukannya itu dari mana cuma jumlahnya lebih banyak dari warga," tambahnya.

Warga yang terdesak kemudian mendatangi kantor Desa Bojong Koneng untuk meminta bantuan. Namun, Nafirdo mengatakan saat didatangi oleh warga pihak lurah justru melarikan diri sehingga menyulut emosi warga yang datang.