Izin Institut Teknologi Medan Dicabut Nadiem, Bagaimana Nasib Mahasiswa?

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 11:19 WIB
Gedung Institut Teknologi Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Gedung Institut Teknologi Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Pemerintah lewat Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, mencabut izin pendirian Institut Teknologi Medan (ITM) karena masalah dualisme yayasan. Bagaimana nasib para mahasiswa ITM?

Kepala Humas LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Abdul Aziz Tambunan, mengatakan mahasiswa ITM akan dipindahkan ke kampus swasta lain. Pembiayaan dalam proses perpindahan mahasiswa ini ditanggung oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna yang menaungi ITM.

"Dalam SK pencabutan izin, dalam diktum kedua dijelaskan yayasan Dwiwarna wajib menghentikan aktivitas akademik dan nonakademik. Mengumumkan pencabutan, menyelesaikan permasalahan akademik dan nonakademik sebagai dampak pencabutan izin," kata Aziz kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Aziz mengatakan isi dalam SK ini merujuk pada Permendikbud Nomor 7 Tahun 2020 terkait adanya aturan pemberian sanksi administratif kepada kampus swasta. Aziz mengatakan pihak LLDIKTI sudah menyurati Yayasan Dwiwarna terkait hal ini.

"Kita sudah bersurat agar pihak yayasan kooperatif, bekerja sama dengan kita. Walaupun ini kewajiban mereka, kita terus melakukan pendekatan sosial untuk mencari solusi dari masalah tersebut," tuturnya.

Untuk memudahkan perpindahan ini, LLDIKTI menyiapkan aplikasi kepada para mahasiswa. Aplikasi ini bisa diakses mahasiswa untuk mengisi data mereka yang nantinya digunakan untuk pindah dari ITM.

"Kita sudah siapkan aplikasi 'bitly', karena ini masih pandemi kita melakukan kegiatan yang mengurangi tatap muka langsung dengan mahasiswa," ucap Aziz.

Mahasiswa bisa mengunggah data mahasiswa di bit.ly/RegITM. Aplikasi ini untuk memudahkan mahasiswa agar mendapatkan surat keterangan pindah.

"Kita bikin aplikasi 'bitly', jadi mahasiswa bisa meng-upload dokumen yang ada, nanti di situ juga ada ke perguruan tinggi mana mereka mau, nanti kita akan bikin surat keterangan pindah untuk perguruan tinggi penerima. Karena perguruan tinggi penerima pasti mau legalitas dari asal perguruan tinggi mahasiswa itu," jelas Aziz.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Simak juga Video: Tangisan Guru Honorer di Hadapan Nadiem Gegara Honor Rp 100 Ribu/Bulan

[Gambas:Video 20detik]