Sapa Pekerja Migran, Ganjar: Wah Hebat Wong Cilacap Wis Tekan Napoli

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 09:57 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara melalui zoom di rumah dinasnya, Minggu (10/10)
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara melalui zoom di rumah dinasnya, Minggu (10/10). Dalam kegiatan Gubernur Jateng Menyapa ini, sekitar 300-an PMI bergabung berinteraksi tentang berbagai hal, mulai dari kondisi COVID-19 hingga jodoh.

Mengawali acara, Ganjar pun menyapa satu per satu para PMI dari Jepang, Singapur, Malaysia, Taiwan, Inggris, Canada, Jerman hingga Amerika Serikat.

"Halo, halo, ini dari mana saja? Walah rame banget," ucap Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

"Puji Astuti di Canada, wah ini pernah ketemu. Wah ada yang rambutnya putih semua dari Toronto. Mbak Kustia di Singapur, Mbak Puri, Mbak Yuni, wah banyak sekali. Saya pengin tahu apakah semua sudah divaksin? Tulis di forum chat," imbuhnya.

Dalam obrolan tersebut, mayoritas PMI mengaku sudah mendapatkan vaksin. Bahkan, beberapa juga sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster. Meski demikian, Ganjar tetap mengingatkan mereka untuk menjaga kesehatan dan disiplin protokol kesehatan.

Obrolan pun semakin ramai saat Ganjar berbincang dengan PMI asal Cilacap, Indra, yakni seorang kru kapal pesiar yang sedang berada di Miami, Amerika Serikat. Selama di sana, ia mengaku saat ini sedang menjalani karantina dan diperlakukan dengan baik seperti penumpang. Sambil bergurau, Ganjar bertanya tentang status Indra, yang ternyata belum menikah.

Ganjar pun bertanya soal keinginan Indra untuk mendapatkan istri dari Jawa atau Warga Negara Asing. Indra menjawab ingin memiliki dua istri, baik dari Jawa maupun WNA. Jawaban ini lantas memecah tawa Ganjar dan PMI lainnya.

"Wis rabi apa durung? (sudah menikah atau belum?)," tanyanya.

"Heh, siji bae urung olih jare pengin kalih (satu saja belum dapat kok pengin dua)," kata Ganjar.

Kepada Indra, Ganjar juga bertanya soal negara yang pernah dikunjunginya selama menjadi kru kapal pesiar. Ganjar pun kagum dengan jumlah negara yang disebutkan Indra.

"Wah hebat kye wong Cilacap wis tekan Napoli. Yawis tak dongakke entuk jodoh, kawan-kawan PMI di sini ini ada mas Indra dari Cilacap. Monggo ada yang mau apa tidak. Lho ini banyak yang angkat tangan," katanya.

Cerita menarik lainnya datang dari PMI asal Batang, Adi yang sedang magang di Jepang. Dalam kesempatan tersebut, Adi mengaku sedih karena harus meninggalkan istri padahal baru seminggu menikah. Adi pun mendapat dukungan dari Ganjar agar tetap semangat.

Selain itu, Ganjar juga berdialog terkait kondisi COVID-19 di negara mereka. Ganjar juga berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan disiplin protokol kesehatan.

"Ini tadi ada yang pengin nikah, ada yang baru nikah terus ditinggal. Itulah cerita kehidupan, tapi semuanya sedang membangun semangat, membangun masa depan. Anda ceria semuanya (saya) melihatnya senang," kata Ganjar.

Sementara itu, PMI asal Purwodadi yang bekerja di Tainan, Taiwan, Siti menceritakan tentang kondisi di negaranya yang telah banyak menerapkan pelonggaran. Meski demikian, ia mengaku tetap disiplin protokol kesehatan.

"Alhamdulillah covid di Taiwan saat ini sudah siaga dua pak, artinya nol kasus jadi sudah banyak pelonggaran. Tapi untuk protokol kesehatan tetap ketat, dendanya sampai Rp 15 juta," ujarnya.

Di sisi lain, PMI asal Salatiga yang bekerja di Singapura, Desi mengatakan saat ini Singapura sedang sedang tinggi penyebaran virus Corona varian delta. Namun, mayoritas PMI di Singapura, dikatakannya, telah mendapat vaksin dosis ketiga.

"Iya pak di sini (Singapura) untuk kasus local community-nya tinggi tapi terhitungnya masih terkontrol. Selain itu untuk vaksin, sebagian (PMI) juga sudah mulai mendapat suntikan ketiga," pungkasnya.

(akn/ega)