Zaenal Prediksikan Muktamar PBR Berlangsung Panas

Zaenal Prediksikan Muktamar PBR Berlangsung Panas

- detikNews
Minggu, 16 Apr 2006 14:16 WIB
Solo - Zaenal Ma'arif, salah satu kandidat Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), memprediksi Muktamar Islah PBR di Bali 22-24 April mendatang akan berjalan sengit dan memanas saat tahapan pemilihan Ketum. Dia bahkan memperkirakan muktamar akan molor setidaknya sehari. "Mungkin baru akan selesai tanggal 25 April. Perkiraan ini berdasarkan kemungkinan terjadinya situasi memanas dalam tahapan menentukan yaitu tentang pemilihan ketua umum," ujar Zaenal kepada wartawan di sela-sela pertemuan dengan pimpinan DPC PBR se-Surakarta di Solo, Minggu (16/4/2006). Menurutnya, polarisasi itu mungkin terjadi seiring aspirasi para utusan serta masih terjadi kekurangharmonisan personal yang duduk sebagai pengurus di beberapa daerah setelah sempat terpecah akibat konflik internal beberapa waktu lamanya. Dikatakannya, sesuai anggaran dasar (AD) yang dimiliki oleh PBR maka pemilihan ketua umum partai dilakukan dalam muktamar dengan pola one delegation one vote. Namun saat ini makin kencang terdengar desakan dari berbagai calon utusan agar pemilihan dilakukan secara one man one vote. "Perbedaan aspirasi serta kekurangharmonisan ketua dan sekretaris di DPW maupun DPC beberapa daerah yang mendorong munculnya wacana tersebut. Dalam kondisi yang agak berserak seperti ini sulit nampaknya menahan perkembangan desakan pola pemilihan ke arah one man one vote," paparnya. Lebih lanjut, Zaenal mengatakan bahwa perubahan anggaran dasar dan tatib pemilihan ketua umum masih bisa dimungkinkan untuk dilakukan. Tahapan itu bisa diperjuangkan oleh masing-masing peserta muktamar pemegang hak suara dalam rapat-rapat komisi. "Semua aspirasi, termasuk perubahan aturan maupun anggaran dasar itu, dapat diperjuangkan dengan baik melalui mekanisme yang ada. Sehingga jika dilakukan pemilihan dengan pola one man one vote tidak ada pelanggaran terhadap anggaran dasar," lanjutnya. Namun dia menepis bahwa polarisasi sikap itu nantinya akan menjadi bibit baru perpecahan internal PBR. "Tidak akan berimbas sejauh itu (perpecahan). Itu hanya dinamika demokrasi di internal partai. Kami semakin dewasa," ujarnya kepada detikcom. (jon/)


Berita Terkait