Pembunuh Pria di Kos-kosan Medan Ditangkap, Motifnya Kesal Hendak Disodomi

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 15:19 WIB
Penemuan mayat di Medan (Datuk-detikcom)
Penemuan mayat di Medan (Datuk/detikcom)
Medan -

Kasus pembunuhan seorang guru di Medan Johor, Muhammad Ilyas (32), terungkap. Polisi mengatakan terduga pelaku pembunuhan adalah rekannya sendiri.

"Berdasarkan hasil cek TKP dan penyelidikan unit Reskrim Deli Tua, diduga keras yang melakukan pembunuhan terhadap korban berinisial KF (33) adalah teman korban sendiri," kata Kanit Reskrim Polsek Deli Tua Iptu Martua Manik saat dimintai konfirmasi, Sabtu (9/10/2021).

Martua mengatakan KF ditangkap pukul 02.00 WIB tadi. Dia menyebut KF telah mengakui perbuatannya.

"Tersangka mengakui perbuatannya melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memukul kepala korban dengan menggunakan martil," ucapnya.

Martua mengatakan pembunuhan diduga berawal saat KF datang untuk membantu Ilyas membersihkan kos barunya pada Selasa (31/8). Setelah membantu membersihkan kos, KF diduga tertidur dengan kondisi telungkup.

"Rabu (1/9) sekira pukul 04.00 WIB, tersangka terbangun dan terkejut melihat korban sudah menindih dan sudah menurunkan celana dan pakaian dalam tersangka dan hendak menyodomi tersangka," tuturnya.

Tak terima terhadap aksi Ilyas, KF diduga mengambil martil yang terletak di lantai kos. KF diduga memukul kepala korban menggunakan martil itu.

"Korban terjatuh ke tempat tidur dan menjerit kesakitan dan tersangka kembali memukul kepala korban dengan keras hingga masuk ke kepala korban dan mencabut martil dari kepala korban," sebut Martua.

Setelah melakukan hal itu, KF kemudian pergi menggunakan kendaraan milik korban. Martil yang digunakan untuk membunuh dibuang tersangka.

"Martil yang dibalut dengan baju tersangka dibuang ke jembatan Jalan Eka Sama Kanal. Kemudian tim melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti. Saat pencarian, tersangka mencoba melarikan diri, polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur. Korban kemudian dibawa ke RS Adam Malik, setelah itu dibawa ke Polsek," jelas Martua.

Sebelumnya, jasad Ilyas ditemukan di salah satu kos-kosan di Medan Johor. Jasad Ilyas ditemukan sudah membusuk.

"Yang punya kos melapor sama saya bahwa anak kos dia itu tidak nampak dalam beberapa hari ini. Kata yang punya kos itu ada bau bangkai. Maka saya datang ke sini, ke TKP bersama warga, pas saya tengok banyak lalat hijau," kata Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Gedung Johor, Herman, di lokasi, Jumat (3/9).

Herman menyebut Ilyas sebagai seorang guru. Ilyas disebut masih lajang dan sudah 8 bulan tinggal sendirian di kosnya.

"Mengajar. Guru, sendiri, lebih-kurang 8 bulan. Dia masih lajang, aslinya warga Batu Bara," sebut Herman.

(haf/haf)