MUI Dukung Polisi Usut NII di Garut: Tujuan Mereka Buat Kekacauan!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 06:54 WIB
Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Utang Ranuwijaya di kantor MUI, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, Prof Utang Ranuwijaya (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Kepolisian tengah mengusut kabar puluhan warga Garut, Jawa Barat, dibaiat paham Negara Islam Indonesia (NII). Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung polisi mengusut kabar yang membuat geger itu.

Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, Prof Utang Ranuwijaya, mengatakan bahwa MUI Garut juga tengah mendalami informasi pembaiatan NII tersebut. Menurutnya, pengalaman dari kasus-kasus NII terdahulu bahwa paham ini mendoktrin calon pengikutnya untuk menilai pemerintah Indonesia adalah pemerintah thogut.

"Kasus ini timbul tenggelam dan bermetamorphosa ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda-beda," kata Prof Utang kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Dia pun membeberkan kasus-kasus penyebaran aliran sesat yang pernah terjadi di Tanah Air seperti aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Mushadiq, aliran Millah Abraham, aliran Al-Haqq, dan Gafatar. Menurutnya, aliran-aliran sesat ini merupakan bagian dari kasus-kasus yang lahir dari NII yang disebut NII KW-9.

"Maka apapun bentuknya dan dimana pun berdirinya, jika mereka mengaku menganut NII seperti ini bisa diduga pahamnya tidak jauh berbeda dengan paham yang terdahulu, yang tujuannya untuk membuat keresahan, kekacauan dalam beragama, dan mengganggu stabilitas sosial dan nasional," ucapnya.

Baiat NII Diduga di Garut: Awal Mula Pengakuan Seorang Anak

Lurah Sukamenteri Suherman mengatakan informasi tentang puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah ditemukan pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya.

Anak tersebut diketahui masih remaja dan berjenis kelamin laki-laki. Ia mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Suherman langsung melakukan pendataan. Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang mengaku dibaiat masuk NII.

"Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak," kata Suherman.

Simak video 'Puluhan Warga Garut Ngaku Dibaiat Aliran Sesat NII':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: