Telkom Akses: Korban Gorong-gorong Tangerang Mitra Kerja, Bukan Karyawan

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 22:27 WIB
Gorong-gorong lokasi ditemukannya 3 korban tewas mati lemas di Cipondoh, Tangerang
Gorong-gorong lokasi penemuan 3 korban tewas mati lemas di Cipondoh, Tangerang (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Tekom Akses meluruskan informasi terkait 3 orang pekerja yang tewas di dalam gorong-gorong, Cipondoh, Tangerang. Telkom Akses mengatakan 3 orang itu bukanlah karyawannya.

"Korban bukan dari karyawan Telkom, tetapi karyawan dari mitra kerja Telkom Akses dan peristiwa ini murni merupakan kecelakaan kerja," ujar Vice President Corporate Secretary PT Telkom Akses, Gatot Dwi Wahjudi, kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

"Proses perbaikan dan pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP, dan sejalan dengan kebijakan K3S yang diterapkan perusahaan. Kejadian ini tentunya bukan hal yang kita inginkan bersama. Fokus kami saat ini adalah menjamin terpenuhinya semua hak karyawan atas kejadian ini," lanjutnya.

Gatot mengatakan tiga orang tersebut adalah karyawan dari PT Sinergi Karya Abadi mitra kerja Telkom Akses. Sementara dua orang lainnya adalah warga biasa yang menjadi korban di lokasi Manhole Taman Royal Tangerang saat melakukan perbaikan manhole.

Gatot menyampaikan manajemen Telkom Akses telah menyampaikan belasungkawa dan membantu proses pemulasaraan serta pemakaman sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Mewakili manajemen Telkom Akses, kami turut berdukacita atas peristiwa ini. Kami telah berkomunikasi dengan keluarga korban, mengurus pemulasaraan hingga pemakaman sesuai dengan permintaan keluarga serta memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

Terkait dengan investigasi yang dilakukan, Gatot menuturkan Telkom Akses akan mematuhi dan mendukung proses yang dilakukan oleh pihak yang berwenang, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Diketahui sebelumnya, tiga pria ditemukan mati lemas di sebuah gorong-gorong di Taman Roya, Cipondoh, Tangerang. Ketiganya saat itu diketahui sedang memperbaiki kabel telekomunikasi bawah tanah yang ada di gorong-gorong.

Kemudian, polisi menyebut korban bertambah dua. Kini jumlah korban gorong-gorong itu ada lima orang.