Pembunuh TNI di Depok Disebut Menangis Sebelum Rekonstruksi, Ini Sebabnya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 17:26 WIB
Rekonstruksi pembunuhan TNI di Cimanggis, Depok
Rekonstruksi pembunuhan TNI di Cimanggis, Depok (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Tersangka Ivan Victor Dethan (28) disebutkan sempat menangis sebelum memperagakan rekonstruksi pembunuhan anggota TNI, Sertu Yorhan Lopo. Pengacara Ivan, Herman Dione menyebut kliennya menangis karena menyesali perbuatannya.

"Iyaa, dia menyesal, sebelum rekonstruksi juga sudah nangis di hadapan saya," kata kuasa hukum tersangka, Herman Dione kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Herman menyebutkan kliennya itu juga sempat menangis saat menjalani rekonstruksi yang digelar hari ini dan terbuka untuk awak media.

"Tadi juga saat rekonstruksi nangis lagi. Hal itupun sudah dinyatakan oleh Kasat Reskrim Polrestro Depok," tuturnya.

Saat rekontruksi, Ivan memang terlihat selalu tertunduk. Polisi menyebut pelaku menyesal ketika mengingat kejadian pembunuhan itu.

"Tersangka juga terlihat seperti menyesali lagi, karena mengingat-ingat kejadian yang sudah dia lakukan sehingga dia menyesali perbuatannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes di Polres Metro Depok.

Rekonstruksi digelar di Polres Metro Depok, Jl Margonda Raya, Depok siang tadi. Rekonstruksi diperagakan langsung oleh tersangka dan saksi.

Yogen menerangkan rekonstruksi dilakukan sesuai fakta di berita acara pemeriksaan (BAP). Yogen menyebut tersangka spontan menusuk Sertu Yorhan Lopo karena tidak mengetahui bahwa korban adalah anggota TNI.

"Iya jadi memang sesuai dengan fakta di BAP bahwa tersangka spontan melakukan itu karena tidak mengetahui bahwa korban adalah anggota TNI pada saat itu," ungkapnya.

Runtutan peristiwa pembunuhan itu terangkum dalam 19 adegan rekonstruksi. Kata Yogen, rekonstruksi berjalan dengan lancar hari ini.

"Ya jadi pada hari ini kita telah selesai melaksanakan rekonstruksi kasus 338, pembunuhan anggota TNI, tersangka sudah melaksanakannya dengan 19 adegan ya sudah berjalan dengan lancar," kata Yogen.

Lihat juga video 'Prajurit TNI di Depok Tewas Ditusuk Karena Melerai Keributan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak lebih lengkap di halaman selanjutnya

Diketahui, peristiwa pembunuhan ini terjadi di Cimanggis, Depok, saat warga bernama Majer terlibat cekcok dengan warga bernama Adam di depan gudang dekat rumah Adam. Cekcok itu membuat Majer sampai mengeluarkan pisau. Karena membela diri, Adam kemudian menendang Majer hingga terjatuh.

"Maksudnya apa? kata saksi Majer ke korban luka (Adam). Saksi Majer mengeluarkan pisau, korban luka (Adam) menendang saksi Majer pakai kaki kanan, saksi Majer langsung jatuh," kata penyidik saat membacakan adegan 1 dan 2 di rekonstruksi.

Cekcok antarwarga ini ternyata sempat berakhir damai di rumah Adam. Majer dan Adam sudah bersalaman untuk berdamai disaksikan oleh warga lainnya.

Pada saat kondisi sudah kondusif, tak disangka tersangka Ivan datang dengan menyembunyikan pisau di belakang badannya. Dengan spontan, Tersangka Ivan langsung menusuk Adam di bagian paha sebelah kanan.

Pada adegan 6 dan 7, digambarkan tersangka Ivan datang dengan pisaunya yang disembunyikan. Tiba-tiba Ivan langsung menusuk korban luka (Adam) ke arah paha kanan.

Mendengar ada teriakan, Sertu Yorhan Lopo datang ke lokasi untuk melerai. Teriakan itu ternyata adalah suara Adam. Dia pun sempat menunjukkan ke Sertu Yorhan bahwa dirinya terkena tikam oleh tersangka Ivan.

"Korban MD (Sertu Yorhan Lopo) datang langsung mencoba melerai. Korban Adam teriak-teriak 'saya kena tikam'," kata penyidik membacakan adegan 8.

Saat Sertu Yorhan mulai melerai, tiba-tiba tersangka Ivan langsung menusuk Sertu Yorhan Lopo di bagian dada kiri. Warga yang melihat itu kemudian langsung menarik tersangka Ivan ke luar rumah.

Sertu Yorhan Lopo kemudian sempat meminta tolong kepada warga yang bernama Monang yang berada di lokasi sambil meringis kesakitan. Namun Monang tidak segera bergegas menolong pada saat itu.

"Korban MD (Sertu Yorhan) bertemu saksi Monang, 'tolong beta' kata korban MD (Sertu Yorhan)," begitulah adegan 12.

Pada adegan 18 dan 19 digambarkan saksi Monang dan saksi Tetri mencari korban Yorhan. Korban akhirnya ditemukan di semak-semak dalam kondisi tak bernyawa.

Dalam kasus ini, tersangka Ivan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(whn/mea)