Keturunan Sultan Aceh Surati Erdogan, Isinya Bahas Kondisi Darurat

Antara - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 12:57 WIB
Pemimpin Darud Donya Cut Putri (baju merah) saat menemani kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki Fikri Isik (dua kiri), di komplek pemakaman Turki, di Banda Aceh, Jumat (13/10/2017)-(ANTARA)
Foto: Pemimpin Darud Donya Cut Putri (baju merah) saat menemani kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki Fikri Isik (dua kiri), di komplek pemakaman Turki, di Banda Aceh, Jumat (13/10/2017)-(ANTARA)

Cut Putri juga mengatakan hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dan Turki telah terjalin sejak ratusan tahun lalu. Kesultanan Aceh dan Turki, katanya, saling membantu dalam dakwah Islam dan untuk melawan penjajahan para musuh.

"Sejarah juga mencatat eratnya korespondensi antarkedua negara, termasuk permohonan bantuan dari para Sultan Aceh kepada Turki, saat Aceh berada dalam kondisi darurat," ucap Cut Putri.

Seperti diketahui, Pemerintah Banda Aceh kembali melanjutkan pembangunan proyek IPAL di Gampong Pande kota setempat pada akhir Februari 2021. Bangunan itu sempat dihentikan karena banyak ditemukan situs bersejarah seperti nisan makam raja dan ulama Aceh pada 2017.

Kelanjutan pembangunan tersebut menuai kritik serta penolakan dari sebagian masyarakat Aceh, terutama warga setempat, budayawan hingga keturunan sultan Aceh.


(haf/haf)