Kompolnas: Kasus Penganiayaan Napoleon Harus Lanjut Meski Laporan Dicabut

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 08:40 WIB
Poengky Indarti
Poengky Indarti (Foto: Ari Saputra-detikcom)

Pengacara Napoleon Heran Kasus Penganiayaan Lanjut

Diketahui, pengacara Irjen Napoleon Bonaparte, Ahmad Yani, menyebut tersangka kasus dugaan penistaan agama, Muhammad Kece alias Kace, telah mencabut laporan dugaan penganiayaan. Yani heran mengapa kasus penganiayaan Kace yang menjerat Napoleon sebagai tersangka masih berlanjut.

"Surat yang ditujukan kepada Direktorat Pidana Umum, yaitu tanggal 3 September dia mencabut laporannya. Nah, ini semuanya sudah ada permohonan maaf dari Kace. Baik permohonan maaf kepada umat Islam, sudah ada pernyataan perdamaian dan dia sudah mencabut sendiri," kata Yani dalam jumpa pers di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021).

Yani mengaku heran mengapa polisi tak menerapkan restorative justice dalam kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan Napoleon terhadap Kace. Dia mengatakan Kace juga sudah meminta maaf soal pernyataannya.

"Kenapa restorative justice tidak dilakukan. Ini Si Kace sendiri ini ada suratnya, sudah meminta maaf kepada umat Islam, ada surat pernyataannya. Pertama surat pernyataan yang ditulis oleh Kace sendiri kepada Napoleon Bonaparte yang menyatakan permohonan maaf, ini permohonan maaf," kata Yani sembari menunjukkan surat tersebut.

"Terus ada pernyataan dia minta damai, yang minta damai ini bukan kawan-kawan, Kace-nya sendiri dibuat di atas meterai juga," lanjutnya.

Menurut Yani, langkah-langkah yang dilakukan Kace sudah memenuhi unsur agar polisi menerapkan restorative justice. Dia mempertanyakan mengapa Bareskrim Polri justru menetapkan Napoleon Bonaparte sebagai tersangka.


(dwia/knv)