Pengacara: Tommy Sumardi Diancam Dibunuh Irjen Napoleon di Rutan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 20:20 WIB
Perantara suap Djoko Tjandra ke Irjen Pol Napoleon, Tommy Sumardi mengikuti sidang pembelaan (pledoi)  di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Tommy Sumardi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, mendapat sejumlah intimidasi dari Irjen Napoleon Bonaparte di dalam Rutan Bareskrim. Tommy diancam akan dibunuh oleh Irjen Napoleon.

"Diancam lewat orang, diancam dibunuh, lewat pengakuan pak Tommy ya, (dikabarkan) lewat tahanan yang lain, pas masuk (rutan) diancam dibunuh," ujar kuasa hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor, kepada detikcom, Kamis (7/10/2021).

Dion mengatakan Tommy tidak dianiaya di dalam rutan, hanya diancam akan dibunuh. Ancaman itu datang, kata Dion, karena Tommy dianggap sebagai biang keladi tertangkapnya Irjen Napoleon dalam kasus suap itu.

"Ya kan dianggap dia (Irjen Napoleon) masuk (rutan) karena pengakuan Pak Tommy kan," jelas Dion.

Dion mengatakan Tommy disuruh memberikan keterangan sesuai arahan Irjen Napoleon untuk direkam. Karena takut dibunuh, Tommy melakukan perintah Irjen Napoleon.

Namun, belum jelas apa yang dikatakan oleh Tommy saat itu. Dion sampai saat ini juga belum mendengar secara utuh rekaman tersebut.

"Ngomong sesuai di rekaman itu, dia diancam, di bawah tekanan, jadi dia ikutin aja maunya Pak Napo (Napoleon), tapi kan fakta persidangan nggak berubah, makanya tetap dihukum," jelas Dion.

Irjen Napoleon Bonaparte jalani sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. Jaksa meminta majelis hakim menolak eksepsi Irjen Napoleon.Irjen Napoleon Bonaparte jalani sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. Jaksa meminta majelis hakim menolak eksepsi Irjen Napoleon. (Ari Saputra/detikcom)

Kini, Tommy Sumardi berada di Lapas Sukamiskin. Tommy sempat curhat kepada Dion saat pertama kali mendapatkan intimidasi dari Irjen Napoleon.

"Kan waktu begitu dapat laporan ada ancaman itu, kita langsung minta dipindahin ke Kejaksaan Negeri Jaksel, waktu itu langsung pindah, di situ cuma sempat semalam atau 2 malam, kadang-kadang dia itu tengah malam 'wah saya nggak bisa tidur, ada aja yang datang (ngomong) 'hati-hati dibunuh'," imbuh Dion.

Dion mengatakan power Irjen Napoleon di dalam rutan sangat kuat. Salah satunya ketika menganiaya dan melumurkan kotoran ke tahanan kasus penistaan agama, Muhammad Kace.

"Yang pasti Pak Napoleon punya akses ke mana aja, termasuk kasus Muhammad Kace ya, jenderal bintang 2 siapa yang berani, Bos. Kan belum dipecat," lanjutnya.

Tonton juga video tentang sukses berbisnis makanan dan minuman kekinian di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(isa/fjp)