Komisi IV Minta Langkah Nyata Pemerintah Atasi Limbah di Laut Jakarta

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 20:55 WIB
Daniel Johan
Foto: Daniel Johan
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan meminta pemerintah segera membuat langkah konkret untuk mengatasi temuan pencemaran lingkungan dari limbah farmasi di Teluk Jakarta. Ia mengatakan Komisi IV DPR yang salah satu bidang tugasnya mencakup persoalan lingkungan hidup menegaskan temuan kandungan paracetamol di laut dikhawatirkan akan memiliki dampak berkepanjangan.

"Pemerintah harus segera membuat langkah nyata, solusi sebaik-baiknya terhadap temuan kandungan paracetamol di laut Jakarta. Jangan sampai pencemaran lingkungan ini berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat," kata Daniel dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Sebagaimana diketahui, Peneliti Gabungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan University of Brighton UK mengungkap sebagian Teluk Jakarta mengandung paracetamol, obat pereda demam dan nyeri. Hasil penelitian tersebut menemukan konsentrasi Paracetamol di Teluk Jakarta relatif tinggi dibandingkan dengan pantai-pantai lain di belahan dunia, yakni mencapai 420-610 nanogram per liter (ng/L).

Atas temuan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diketahui telah membentuk tim kerja untuk menangani permasalahan pencemaran lingkungan. Adapun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta juga telah mengambil sampel air laut di dua lokasi yang disebut tercemar kandungan paracetamol, yaitu Angke dan Ancol.

Terkait temuan tersebut, Daniel menekankan perlunya kolaborasi lintas instansi untuk dapat mengatasi masalah ini secepat mungkin. Sebab menurutnya, konsentrasi paracetamol yang tinggi meningkatkan kekhawatiran paparan jangka panjang. Terlebih, studi lain menemukan juga adanya cemaran logam di Teluk Jakarta.

"Kita tidak ingin pencemaran lingkungan ini mendatangkan masalah terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ini mengingat banyak warga di sekitar yang mencari nafkah dengan memanfaatkan laut Teluk Jakarta," ujarnya.

"Solusi yang hadir juga harus mengedepankan penyelamatan terhadap biota laut. Kami mendorong secepatnya Teluk Jakarta dibersihkan dari cemaran paracetamol dan limbah lainnya," imbuhnya.

Ia menegaskan identifikasi sumber pencemaran mutlak harus dilakukan supaya penanggulangan bisa lebih efektif dan efisien. Daniel mengatakan pencemaran paracetamol ini bisa diakibatkan manajemen penanganan limbah yang kurang baik, sehingga membuat kotoran tidak terurai dengan baik.

"Persoalan ini memang menjadi tantangan besar untuk kita semua. Maka diperlukan edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri kesehatan tentang optimalisasi pengolahan limbah industri farmasi serta pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya air," tuturnya.

Di sisi lain, Legislator dari Dapil Kalimantan Barat ini menilai Indonesia masih memiliki PR mengenai limbah farmasi yang kurang mendapatkan perhatian dan penanganan khusus. Baik dari rumah sakit, ataupun industri farmasi.

Ia mengatakan limbah B3 seperti obat yang kedaluwarsa butuh suatu pengelolaan khusus, karena limbah B3 secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup.

"Teluk Jakarta ini kan pasar sentral untuk produk laut. Masalah ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat, terutama apakah ikan yang dikonsumsi dari kawasan tersebut aman. Pemerintah harus memberi penjelasan lebih komprehensif sehingga masyarakat tenang," pungkasnya.

(ncm/ega)