Butuh Koalisi, NasDem Timang Ganjar, Anies, hingga RK untuk 2024

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 16:32 WIB
Jakarta -

Partai NasDem mengatakan pihaknya masih membangun koalisi untuk mengusung calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Sebab, NasDem menyadari bahwa hanya PDIP yang bisa mengusung capres sendirian karena mencapai ambang batas pencalonan atau presidential threshold (PT) 20 persen.

"NasDem juga menyadari bahwa pemilu Pilpres 2024 mendatang itu kan menggunakan threshold hasil pemilu 2019 yang lalu, NasDem 10,4% tentu nggak cukup, karena syarat yang di UU pemilu itu 20%, satu-satunya yang bisa mencalonkan presiden kan PDIP, NasDem tidak," kata Ketua DPP NasDem Saan Mustopa saat menghadiri rilis survei SMRC secara virtual, Kamis (7/10/2021).

Oleh sebab itu, kata Saan, NasDem masih membangun koalisi dengan partai politik lain. Dia juga membuka peluang NasDem akan mengusung Anies Baswedan hingga Ridwan Kamil.

"Menyadari posisi itu, yang dilakukan oleh NasDem itu adalah bagaimana membangun komunikasi dengan partai yang lain agar mencukupi syarat pencalonan presiden. Kalau nama-nama yang ada itu semua NasDem pertimbangkan, misalnya ada Mas Anies Baswedan, ada Pak Ganjar, ada Sandi yang lain-lain, itu sebenarnya masih dalam pertimbangan Partai NasDem, Ridwan Kamil (RK)," tutur dia.

"Tapi sekali lagi, NasDem masih mencari mitra koalisi nanti dengan membangun komunikasi yang intensi dengan partai lain. Mudah-mudahan di 2022 semakin intensif dan sudah jelas koalisinya untuk mencalonkan calon presiden yang disepakati bersama-sama untuk mendukung," lanjutnya.

Saan kemudian menyinggung pencalonan presiden dari Golkar akan mengusung Ketum mereka Airlangga Hartarto yang sebelumnya disampaikan Waketum Golkar Nurul Arifin. Serta pencalonan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terbuka lebar disampaikan oleh Waketum PD, Benny K Harman. Saan, Nurul, maupun Benny K Harman sama-sama menghadiri rilis survei yang digelar oleh SMRC itu.

"Juga misalnya Golkar, Mbak Nurul, Pak Benny Harman karena ketua umumnya mencalonkan maka otomatis sudah punya calonnya, Mbak Nurul ketua umum mencalonkan dan sebagainya, memang billboard-nya udah di mana-mana calon presidennya, NasDem belum memasang billboard karena belum menentukan calonnya. Tapi kita semua menyadari kayak Golkar tidak mencukupi untuk mencalonkan sendirian, Bang Benny juga partainya sendiri juga tidak mencukupi," jelasnya.