Ditpolair Polri Bongkar Sindikat BBM Ilegal, 22 Truk Tangki Disita

ADVERTISEMENT

Ditpolair Polri Bongkar Sindikat BBM Ilegal, 22 Truk Tangki Disita

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 14:59 WIB
Ungkap kasus penyalahgunaan BBM di perairan Tegal
Konpers ungkap kasus penyalahgunaan BBM di perairan Tegal. (Foto: dok. Istimewa)

Yassin menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah membeli solar di SPBU yang berada di wilayah Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Semarang dengan menggunakan mobil truk, mobil boks, dan mobil pos. Para tersangka memodifikasi mobil tersebut dengan menambahkan tangki atau kempu di dalam dan di bak belakang kendaraan.

Tersangka rata-rata membeli solar dalam sekali transaksi yaitu Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Pembelian itu dilakukan secara berulang hingga tangki modifikasi mencapai muatan maksimal 3 ton.

Setelah melakukan pembelian solar dari SPBU kemudian BBM itu dipindahkan ke tangki duduk yang berada di gudang PT Sembilan Muara Abadi Petrolium. Lalu, dilakukan pemuatan ke truk tangki kemudian dijual ke konsumen industri pada sektor perikanan yaitu kapal-kapal perikanan yang berada di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal, Pelabuhan Perikanan Juwana dan Pelabuhan Perikanan Rembang Jawa Tengah dengan harga Rp 7.500 per liter.

"Semoga ke depan Ditpolair Baharkam Polri bersama-sama dengan stakeholder terkait dapat terus melaksanakan tugas operasionalnya untuk memelihara kamtibmas, penegakan hukum di perairan serta pelayanan terhadap masyarakat" katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 49.780.000.000 (miliar) dihitung berdasarkan penyitaan BBM jenis solar sebanyak 61.400 liter dan sejumlah aset berupa 8 unit truk tanki, 14 unit truk modifikasi tanki, 2 unit tangki duduk, dan 1 unit mobil Fortuner warna putih.

Dalam kesempatan yang sama, PJS area Manager Communication Pertamina Martia Mulia Asri menyampaikan, akibat kegiatan BBM ilegal itu, penjualan Pertamina sangat dirugikan dan mengalami penurunan setiap bulan sekitar 20%. Pengungkapan kasus ini pun diapresiasi Manager Supply and Distribution Pertamina Patra Niaga JBT Yatdinal.


(fas/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT