Anies Mulai Bangun Kampung Susun bagi Korban Penggusuran Bukit Duri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 12:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara-detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pencanangan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh di Cakung, Jakarta Timur. Nantinya kampung susun ini akan dihuni oleh 75 keluarga korban gusuran Kampung Bukit Duri pada 2016.

"Di tempat ini dibangun Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, yang akan memfasilitasi 75 kepala keluarga yang semula tinggal di Bukit Duri yang menjadi korban penggusuran pada September 2016. Lima tahun mereka menanti dan alhamdulillah prosesnya memang panjang karena harus semuanya tertib administrasi dan memastikan bahwa semua dijalankan dengan benar dengan baik," kata Anies Baswedan di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021).

Kampung susun akan dibangun di lahan seluas 4.000 meter persegi. Total ada 75 unit hunian terdiri atas 5 lantai serta 4 unit lainnya untuk kegiatan usaha.

"Kalau dihitung, total ada 75 kepala keluarga. Nanti unitnya di sini ada 79 karena termasuk untuk kegiatan sentra ekonomi dan koperasi," jelasnya.

Anies mengatakan pencanangan ini sebagai bagian dari menyiapkan permukiman layak bagi korban gusuran. Puluhan keluarga, sebutnya, tergusur karena adanya normalisasi Kali Ciliwung.

"Ketika 5 tahun lalu terjadi peristiwa pemindahan Bapak-Ibu sekalian, penggusuran karena waktu itu dilakukan pelebaran sungai, punya konsekuensi Bapak-Ibu semua, ini bagian dari pelajaran kita semua," ujarnya.

Eks Mendikbud itu menjelaskan, bangunan kampung susun akan mengusung konsep kampung susun produktif, di mana warga disediakan ruang untuk beraktivitas ekonomi sesuai keterampilannya.

Anies mengatakan konsep ini diputuskan dengan menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. Kampung susun ini ditargetkan rampung pada Maret 2022.

"Yang kedua adalah bangunan yang memungkinkan mereka produktif di rumah, karena itu rancangannya ada mezzanine, memungkinkan mereka bekerja dari rumah, ini pengalaman dari pandemi," jelasnya.

"Saya lihat rancangannya memberikan kesempatan untuk warga bisa menjaga solidaritas, soliditas, perasan kebersamaan, ruang interaksi cukup, dan menyelesaikan kebutuhan yang senyatanya di masyarakat," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Kesepakatan pembangunan kampung susun Bukit Duri dibuat setelah gugatan warga Bukit Duri atas penggusuran lahannya di bantaran Kali Ciliwung saat era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dimenangkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam putusan yang dibacakan pada Rabu, 25 Oktober 2017, Pemprov DKI dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum. Dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan penggusuran yang dilakukan pemerintah telah melanggar hak asasi manusia (HAM). Pemerintah secara sewenang-wenang menggusur warga penggugat tanpa musyawarah dan ganti rugi yang berkeadilan. Atas pertimbangan itu, warga dinyatakan berhak menerima ganti rugi.

Setelah kemenangan itu, Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi menuturkan Gubernur Anies mengundang warga korban gusuran ke Balai Kota. "Setelah menang di pengadilan, kami diundang oleh Gubernur Anies ke Balai Kota. Yang datang perwakilan warga, arsitek, lawyer, dan sebagainya," ujar Sandiawan kepada detikcom.

Pemprov DKI Jakarta melalui Anies menyatakan tidak akan banding atas putusan pengadilan tersebut. "Pemprov juga bersedia membangun kampung susun, lalu kampung itu berbasiskan koperasi sebagai proyek percontohan di DKI Jakarta," ujarnya.

Simak juga 'Anies: Gagasan itu Penting, Jangan Meremehkan Kata-kata':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)