Jokowi Akan Jadi Inspektur Upacara Penetapan Komcad di Batujajar Besok

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 20:25 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi inspektur upacara penetapan Komponen Cadangan (Komcad) TNI. Upacara penetapan Komcad TNI akan digelar dengan menjaga jarak dan protokol kesehatan ketat.

Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di laman resminya, Rabu (6/10/2021), upacara penetapan Komcad TNI digelar Kamis (7/10), di Lapangan Terbang Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Seluruh peserta upacara adalah siswa Komcad, yang selama tiga bulan telah berlatih bersama dalam karantina tanpa ada interaksi dengan pihak luar.

Setiap siswa sudah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 sebanyak dua kali dan secara periodik melakukan tes swab setiap pekan. Peserta juga melakukan tes swab PCR sehari sebelumnya.

Tamu upacara penetapan Komcad TNI wajib sudah vaksin dua kali dan melakukan tes swab PCR sehari sebelumnya. Jarak antartamu saat acara diatur sesuai protokol kesehatan.

Komponen cadangan adalah program sukarela atau tidak wajib yang diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN). Mobilisasi komponen cadangan hanya bisa dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR RI, dan di bawah kendali Panglima TNI.

Kemenhan sebelumnya telah menutup pendaftaran Komcad di Pulau Jawa. Penutupan pendaftaran itu dilakukan pada 7 Juni lalu.

Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan hampir 10 ribu orang mendaftar menjadi Komcad. Menurutnya, hal itu menunjukkan semangat anak muda dalam berkontribusi terhadap negara.

"Sampai ditutup pendaftaran Komponen Cadangan di Pulau Jawa, pada tanggal 7 Juni yang lalu, jumlah pendaftar sangat antusias, sampai ditutup jumlah pendaftar baik online maupun offline mendekati 10 ribu orang. Antusiasme ini menunjukkan semangat anak bangsa untuk berkontribusi terhadap pertahanan negara," ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6).

(rfs/jbr)