Pasar Bulu Disiapkan Jadi Ruang Ekonomi Kreatif Kota Semarang

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 19:10 WIB
Pasar Bulu
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bakal merealisasikan konsep Pasar Bulu sebagai ruang aktivitas ekonomi kreatif. Pasar Bulu akan mendapatkan rebranding dengan nama 'Bulu Creative Market' atau Bucket.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu menggandeng Komite Ekonomi Kreatif Semarang dalam merealisasikan Pasar Bulu menjadi Bulu Creative Market. Saat ini proses realisasi Bulu Creative Market telah sampai pada tahap penyiapan ruang oleh Dinas Tata Ruang Kota Semarang.

"Harapannya tentu secepatnya Bulu Creative Market ini bisa segera aktif, karena juga sebagai upaya membangkitkan ekonomi di masa pandemi. Tapi yang terpenting tentu saja harus matang, baik secara konsep maupun pengelolaannya, karena tujuan utamanya adalah memaksimalkan potensi Pasar Bulu," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Beberapa pengerjaan fisik dilakukan pada ruang yang nantinya akan ditempati oleh sejumlah pelaku ekonomi kreatif di kota lumpia. Pengerjaan tersebut antara lain seperti penggantian plafon, pembenahan penerangan ruangan, hingga pengecatan ulang.

Pada tahap awal pusat aktivitas Bulu Creative Market akan dipusatkan pada sektor sebelah barat lantai 3 Pasar Bulu. Hendi berharap keterlibatan Komite Ekonomi Kreatif Semarang dapat membuat upaya pengembangan Pasar Bulu bisa lebih matang dari sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) Semarang Gunawan Permadi optimistis Bulu Creative Market dapat mendongkrak kembali kunjungan masyarakat ke Pasar Bulu. Adapun Komekraf akan terlibat dalam kurasi pelaku ekonomi kreatif, pendampingan usaha, serta mempromosikan Bulu Creative Market dengan berbagai kegiatan yang akan didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

"Proyeksi kami pada tahap awal ini Bulu Creative Market dapat menampung sekitar 30 pelaku ekonomi kreatif yang akan dikurasi oleh Komekraf. Kami prioritaskan untuk pelaku ekonomi kreatif dari Kota Semarang yang belum memiliki ruang aktivitas secara fisik," jelas Gunawan.

"Upaya Komekraf Semarang nantinya juga untuk membuat Bulu Creative Market ini bisa eksis, dan ada aktivitas perdagangan yang dapat berkontribusi menggerakkan perekonomian di Kota Semarang," imbuhnya.

(ncm/ega)