Masuk Musim Hujan, Pelebaran Drainase di Semarang Dikebut

Eqqi Syahputra - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 21:25 WIB
Walkot Hendi
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta jajarannya untuk melakukan berbagai upaya sebagai langkah antisipasi terjadinya genangan air akibat curah hujan yang mulai meningkat beberapa hari terakhir. Ini untuk merespons ramalan BMKG yang memperkirakan wilayah Jawa Tengah secara umum memasuki musim hujan pada bulan Oktober 2021.

"Saya meminta kepada sedulur-sedulur yang ada di wilayah untuk aktif dalam meningkatkan kebersihan saluran, terkhusus Dinas PU saya minta lakukan pengerukan saluran air yang sedimennya cukup tinggi," ujar Hendi, sapannya, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

"Kita tahu belakangan ini hujan sudah mulai turun sehingga perlu tindakan antisipatif agar tidak timbul genangan air," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan sejumlah kegiatan telah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang untuk mengantisipasi genangan akibat air hujan. Beberapa di antaranya yakni pengerukan menggunakan alat berat di Kali Sambiroto, saluran Taman Hasanudin, depan Rumah Sakit Wongsonegoro, saluran Jalan Gajah hingga Kali Seruni Tologosari.

Hendi mengakui mengantisipasi genangan hujan tidak cukup hanya dengan pengerukan alat berat, namun juga secara manual hingga saluran air di sekitar tempat tinggal warga.

"Ini tidak cukup hanya dengan alat berat, namun juga harus secara manual sehingga pasukan bebek akan terus kita terjunkan," ujar Hendi.

Sebagai informasi, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang memiliki ratusan personil pasukan bebek atau pasukan oranye yang bertugas melakukan pengerukan manual di saluran kecil maupun pembersihan sampah secara rutin setiap hari di sudut-sudut kota.

Keberadaan pasukan oranye ini akan melengkapi sejumlah kegiatan fisik yang tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum seperti peningkatan talud atau tanggul di Kali Banger, Tinjomoyo, 3 titik di kelurahan Tandang, dan normalisasi saluran Sendangmulyo.

Sejumlah program pelebaran drainase juga sudah mencapai tahap finishing dan diharapkan pada pekan ketiga Oktober dapat terselesaikan. Salah satu pelebaran saluran air yang telah selesai dan memberi dampak positif yakni saluran air di depan Unimus Kedung Mundu, yang setiap turun hujan sering terjadi genangan air.

"Dulu lebar saluran di sana hanya 40 cm, kini diperlebar menjadi 1,2 meter. Alhamdulillah beberapa hari terakhir, saat hujan turun tidak ada lagi genangan air di sana," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Sih Rianung.

Pihaknya juga mengungkapkan akan terus berkoordinasi dengan BBWS Pemali-Juana untuk penyelesaian sejumlah proyek di Kali Sringin, Kali Tenggang, Kali Babon dan Bringin agar dapat dapat menjadi solusi mencegah banjir di Kota Semarang.

Simak juga video 'Papua dan Papua Barat Berpotensi Hujan Lebat':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)