Disdik Ungkap Sebab SMAN 4 Manado Dituding Pungli Siswa: Kurang Transparan!

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 17:28 WIB
Kartu sumbangan sekolah yang diduga pungli ke siswa SMAN 4 Manado. (dok. Istimewa)
Kartu sumbangan sekolah yang diduga pungli ke siswa SMAN 4 Manado. (dok. Istimewa)
Manado -

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulawesi Utara (Sulut) Grace Punuh mengungkap hasil penyelidikan pihaknya terkait tudingan pungutan liar (pungli) SMAN 4 Manado kepada siswanya yang sempat viral di media sosial. Tudingan pungli itu merupakan sumbangan siswa kepada sekolah namun tidak dilakukan dengan transparan.

"Jadi hasil pemeriksaan dorang (mereka) tahapan pengumpulan dana itu sudah sesuai pasal 6 di Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20. Itu sudah sesuai. Tapi ada satu hal, itu mesti transparansi," ujar Grace dalam keterangannya kepada wartawan di Manado, Rabu (6/10/2021).

"Orang tua semua mesti tahu, kurangnya di situ, transparansinya. Jadi akan dibenahi," tegas Grace.

Grace mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan kepada orang tua murid terkait permintaan sumbangan tersebut dalam rapat komite. Dari sisi aturan pihak sekolah tidak bermasalah.

"Jelaskan semua ke orang tua kebutuhan sekolah, supaya orang tua pahami secara bersama. Kalau dari segi Pergub yang ditetapkan Nomor 20 tidak masalah. Karena sudah ada pernyataan orang tua, ada rencana, dan seterusnya," katanya.

Hanya, sekolah perlu menginformasikan secara terbuka terhadap semua orang tua murid. Dia berharap seluruh sekolah juga melakukan hal yang sama agar tidak ada tudingan pungli ke siswa seperti yang terjadi di SMAN 4 Manado.

"Pergub secara detail sumbangan sukarela itu dirumuskan kebutuhan-kebutuhan sekolah. Serta diinformasikan secara jelas kepada orang tua, supaya orang tua tahu bahwa itu kebutuhan sekolah masih ada di luar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dan itu nantinya disampaikan kepada orang tua secara terbuka, nanti orang tua turut memfasilitasi dan membantu kekurangan-kekurangan dana itu," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial dugaan pungli ke SMAN 4 Manado. Dalam kartu sumbangan yang viral, tertera keterangan uang Rp 150 ribu yang sudah dibayarkan 3 bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2021. Di dalam kartu juga terlihat stempel dan tanda tangan pejabat sekolah yang menarik sumbangan.

"Saya sudah pernah mengeluh terkait sumbangan itu. Waktu itu Kepsek bersedia bantu. Tapi faktanya dari kelas I sampai III, anak itu diminta bayar. Pada saat saya ke sekolah, baru dibilang nanti dibantu. Tapi, jika tidak ke sekolah, baru diminta ke anak," ujar salah satu orang tua murid Roby Monimbar kepada detikcom, Rabu (29/9).

(nvl/nvl)