detikcom Do Your Magic

Sedang Dibikin, TL Simpang JICT Kemungkinan Dipasang Bulan Depan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 17:11 WIB
Para pengemudi kerap kali harus memelankan kendaraan saat melintasi persimpangan JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, karena di sana tak ada lampu lalu lintas.
Simpang JICT yang ramai truk tapi tak ada lampu lalu lintas. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyampaikan pengadaan lampu lalu lintas di simpang JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang ramai truk sudah masuk tahap pembuatan di pabrik (pabrikasi). Setelah itu, dilanjutkan ke proses pemasangan lampu lalu lintas atau traffic light (TL).

"Sudah mulai pabrikasi. Setelah selesai pabrikasi baru dilanjutkan dengan pemasangan," ucap Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas (UP SPLL) Dishub DKI Jakarta Emanuel Kristanto, saat dihubungi, Selasa (6/10/2021).

Menurut Emanuel, proses pabrikasi memakan waktu kurang-lebih satu bulan. Maka, kemungkinan pemasangan akan dilakukan pada November 2021.

Diketahui, perempatan JICT tidak memiliki lampu lalu lintas. Padahal, simpang atau perempatan itu ramai oleh truk-truk kontainer. Simpang JICT yang berada di di Jl Sulawesi, depan Kolinlamil, Tanjung Priok, Koja, Jakarta Utara.

Sering terjadi penumpukan kendaraan di persimpangan JICT akibat tidak adanya lampu lalu lintas. Mereka memelankan atau berhenti di tengah persimpangan untuk menunggu giliran melintas.

Simpang JICT tanpa lampu lalu lintas atau traffic light.  Padahal lokasi itu ramai dengan truk-truk kontainer.Simpang JICT tanpa lampu lalu lintas atau traffic light. Padahal lokasi itu ramai dengan truk-truk kontainer. (Syahidah Izzata Sabiila/detikcom)

Anggota DPRD DKI Jakarta S Andyka menyebut keberadaan lampu pengatur lalu lintas di simpang JICT sangat dibutuhkan. Simpang itu ramai kendaraan. Dari sepeda motor hingga truk tronton melintas di simpang tersebut.

"Itu kan menyangkut keselamatan umum, terutama pengguna jalan yang memang sagat padat. Saya biasa lewat sana kalau lewat makam. Sudah crowded sekali, memang harus diatur," ucapnya, Kamis (10/6).

(aik/dnu)