Bursa Ketum PBNU

Tersindir Said Aqil? Yahya Staquf: Saya ke Israel Teruskan Ikhtiar Gus Dur

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 16:57 WIB
Sekjen DPP KNPI Addin Jauharudin bersama tokoh keberagaman Franz Magnis Suseno, Khatib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Soedarmo mantan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri saat berbincang pada acara Dialog Lintas Iman di Jakarta, Kamis (26/12/2019). Dialog Lintas Iman tersebut mengangkat tema
Yahya Cholil Staquf (Agung Pambudhy/detikcom)

PBNU saat ini sedang mempersiapkan muktamar ke-34 yang rencananya bakal digelar pada akhir Desember 2021. Ada satu agenda besar dalam Muktamar ke-34 NU, yakni pemilihan ketua umum. Yahya dan Said Aqil merupakan kandidat calon Ketua Umum PBNU.

"Ya, saya memang salah satu calon Ketua Umum PBNU," sebut Yahya.

Sebelumnya, Said Aqil mengungkap NU sempat ditawari untuk berkunjung ke Israel dua tahun lalu. Namun tawaran itu ditolak Said Aqil atas alasan Israel yang tidak mau mengakui Palestina.

"Masalah kemandirian bahwa kita sama-sama NU dan presiden sama berpendapat menjaga kemandirian jangan sampai kita terpengaruh oleh kepentingan luar. Sikap Indonesia terhadap Palestina tetap jelas keberpihakan ke Palestina. Selama Israel tidak mengakui negara Palestina, maka Indonesia tidak akan mengakui negara Israel secara politik. Ibu Retno pun seperti itu, selalu mengatakan seperti itu," kata Said Aqil kepada wartawan seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (6/10).

"Dulu pendapat saya juga begitu waktu 2 tahun yang lalu, NU ditawari berkunjung ke Israel, saya tolak selama Israel belum mengakui Palestina saya tidak akan pernah... kalau sudah saling mengakui ayo," sambung Said Aqil.


(zak/tor)