Jadwal Pemilu 2024 Belum Satu Suara, PDIP Usul Jokowi Kumpulkan Ketum Parpol

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 13:46 WIB
Politikus PDI Perjuangan, Arif Wibowo diperiksa KPK sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Arif Wibowo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi II Fraksi PDIP Arif Wibowo mengatakan keputusan jadwal Pemilu 2024 belum satu suara. Arif mengusulkan Presiden Jokowi mengumpulkan para ketua umum partai politik.

"Saya harus akui memang belum ada satu suara untuk itu. Karena itu, ya agak bersabar sedikit. Bahkan jika diperlukan, menurut hemat saya, malah perlu untuk Presiden mengundang ketua umum parpol, mendiskusikan tentang hal-hal yang pokok yang prinsip terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah 2024," kata Arif kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Wasekjen PDIP ini mengatakan masih banyak perbedaan yang harus diinventarisasi. Baik penyusunan jadwal tahapan hingga program Pemilu dan Pilkada 2024.

"Banyak masalah yang bisa kita inventarisir yang harus bisa diantisipasi, dirumuskan secara baik dalam penyusunan jadwal, tahapan, dan program Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024. Misalnya juga soal kewajiban pelantikan serentak yang diatur dalam Pasal 163, 164, dan 164 a UU No 10 Tahun 2014 serta Pasal 201 ayat 7 menyangkut keserentakan pelantikan, menyangkut akhir masa jabatan yang serentak. Nah, itu bagaimana penyesuaiannya dengan pemilu kita," katanya.

"Sementara sudah kita putuskan sejak lama bahwa tidak ada perubahan terhadap Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada Nomor 1 Tahun 2015 dan No 10 Tahun 2016," lanjut Arif.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.