Pengacara Bantah Tuduhan Penipuan-Penggelapan ke Pengusaha Zainal Tayeb

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 13:08 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Makassar -

Pengusaha Zainal Tayeb ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali. Zainal dilaporkan oleh pihak sama yang memperkarakannya di Badung, Bali.

"Itu pihak yang sama yang melaporkan ke Polda Bali. Jadi ada dua perkara yang berbeda yang dilaporkan oleh pihak yang sama," kata tim kuasa hukum Zainal Tayeb saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (6/10/2021).

Pengusaha Zainal Tayeb awalnya dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Bali oleh Hedar Giacomo dengan laporan nomor LP-B/195/IV/2021/Bali/SPKT/ tertanggal 8 April 2021. Dari laporan tersebut, kemudian diterbitkan surat penyidikan nomor SP-Sidik/30/IV/2021/Ditreskrimsus/ tertanggal 12 April 2021. Hedar disebut memperkarakan aset yang ada di wilayah Benoa, Bali.

"Intinya belum waktunya saya berkomentar apa-apa. Ini satu pelapor. Tapi buat kami tidak ada penipuan," terangnya.

Hingga saat ini pihaknya mengaku belum menerima surat penetapan tersangka dari kepolisian. "Saya belum (terima surat), nggak tahu apa Pak Zainal menerima surat apa tidak," ucapnya.

Sebelumnya, pengusaha asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan pada 4 Oktober 2021. "Betul, sudah jadi tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho.

Zainal Tayeb ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Kepala Kepolisian Daerah Bali nomor B/37a/X/Res 2.5/2021/tertanggal 4 Oktober 2021. Zainal Tayeb ditetapkan sebagai tersangka setelah Ditreskrimsus Polda Bali mendapatkan sejumlah bukti yang cukup.

(tfq/nvl)