Berhubungan Seks Sesama Jenis dengan 8 Pria, Anggota TNI Dipenjara 6 Bulan

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 12:05 WIB
LGBT di TNI
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

Perilaku menyimpang itu kemudian diketahui pimpinan TNI sehingga pelaku diproses secara hukum. Pada 29 Juli 2021, Pengadilan Militer III-12 Surabaya menjatuhkan putusan 6 bulan penjara kepada pelaku dan memecatnya. Atas vonis itu, terdakwa tidak terima dan mengajukan banding. Apa kata majelis?

"Menguatkan Putusan Pengadilan Militer III-12 Surabaya untuk seluruhnya," kata ketua majelis Kolonel Bambang Indrawan dengan anggota Kolonel Esron Sinambela dan Kolonel Koerniawaty Syarif.

Di persidangan juga terungkap, pelaku kerap memvideokan hubungan sesama jenis tersebut. HP tersebut itu kemudian disita Penyidik POM Lantamal V. Terdakwa mengetahui perilaku homoseksual tidak sesuai dengan kehidupan militer dan kehidupan beragama, perilaku (homoseksual) gampang tertular penyakit kelamin HIV/AIDS dan perilaku menyimpang homoseksual akan merusak moral dan disiplin prajurit yang berpengaruh terhadap penugasannya dan perilaku tersebut dapat menular terhadap korban-korban lainnya.

"Panglima TNI melihat akibat yang ditimbulkan dari perilaku LGBT sangat mengerikan. Kemudian menerbitkan surat Telegram Nomor : ST/398/2009 tanggal 22 Juli 2009 dan ditekankan kembali dengan Telegram Nomor: ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 yang menegaskan bahwa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) merupakan salah satu perbuatan yang tidak patut dilakukan seorang prajurit, bertentangan dengan disiplin militer, dan merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh terjadi di lingkungan TNI," papar oditur (jaksa) militer.

Oditur membeberkan Pasal 62 UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI juga mengatur bahwa prajurit diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan karena mempunyai tabiat dan atau perbuatan yang nyata-nyata dapat merugikan disiplin keprajuritan TNI dan diatur juga pada Pasal 53 Ayat (2) huruf h Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI.

"Memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan," ujar majelis hakim.


(asp/mae)