DKI Minta Warga Hemat Air: Harus Dijaga, Meski Kita Tak di Padang Pasir

ADVERTISEMENT

DKI Minta Warga Hemat Air: Harus Dijaga, Meski Kita Tak di Padang Pasir

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 08:10 WIB
Warga antre mendapatkan air bersih dari mobil tanki air di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019). Sejak awal September 2019 lalu, sejumlah wilayah di Cipayung, Jakarta Timur dilanda krisis air bersih dan hingga kini masyarakat terdampak masih mengandalkan bantuan pasokan air bersih yang disediakan Pemprov DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ilustrasi Warga Menampung Air Bersih (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mewanti-wanti warganya terkait penggunaan air. Warga Jakarta diminta untuk menghemat air bersih.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan warganya tetap harus menjaga dan menghemat air meski Jakarta bukan padang pasir. Riza menyebut penghematan terhadap air tanah merupakan salah satu cara untuk menjaga lingkungan sekitar.

"Kita minta ke semua warga Jakarta untuk menghemat penggunaan air. harus dijaga air, sekalipun kita bukan di Timur Tengah, padang pasir yang sulit air, tapi tetap kita harus menjaga lingkungan kita, salah satunya adalah memastikan kebutuhan air bersih agar dihemat dijaga," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Riza menambahkan, penggunaan air tanah di Jakarta perlu ada pengendalian. Dia menegaskan saat ini tidak ada larangan penggunaan air tanah.

"Perlu ada pengendalian (air tanah). Tidak ada larangan. Semuanya diatur kebutuhan air tanah, agar semuanya bisa memenuhi. Juga hotel apartemen perkantoran juga harus diatur kebutuhan air tanahnya juga masyarakat umumnya. Kita minta bisa menghemat kebutuhan air bersih," ujarnya.

Riza mengatakan, jika air perpipaan tanah sudah merata disalurkan di Jakarta, penggunaan air tanah akan berkurang. "Ya dong, kalau nanti sudah tersalurkan (air perpipaan) penggunaan air tanah akan berkurang, sesuai dengan penyaluran yang ada. Jadi semakin banyak PAM, bisa menyalurkan air bersih, maka penyedotan air melalui pompa akan berkurang ya," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan pemerintah pusat telah mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan air minum baku untuk masyarakat. Warga DKI Jakarta bakal dilarang menggunakan air tanah.

Saat ini sudah ada pembahasan terkait hal tersebut. Nantinya ada beberapa sumber air yang bisa digunakan, misalnya dari Jatiluhur, Serpong, sampai Juanda.

"Hal ini karena Jakarta tidak punya sumber air baku, makanya masyarakatnya masih pakai air tanah," kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian PUPR, Senin (4/10).

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) DKI Yusmada Faizal mengatakan regulasi sedang disiapkan untuk membatasi penggunaan air tanah, belum untuk melarang.

"Jadi kita akan menuju, membatasi penggunaan air tanah, belum melakukan istilahnya pelarangan," kata Yusmada saat rapat dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/10).

Yusmada menjelaskan, sumber air baku perpipaan di Jakarta masih sedikit. Dia menilai pelarangan penggunaan air tanah di Jakarta saat ini belum pantas karena pengadaan air perpipaan di Jakarta baru mencapai 64 persen.

Lihat juga Video: Hore! DKI Siapkan Tarif Transportasi Murah untuk Pensiunan-Pelajar

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT