Walkot Semarang: Kampung Melayu Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

Eqqi Syahputra - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 09:24 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Foto: dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pengembangan kawasan wisata heritage Semarang Lama atau Kota Lama Semarang telah dilanjutkan ke wilayah kelurahan Dadapsari. Wilayah tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan wisata heritage Kampung Melayu, di Kota Semarang.

Di hadapan Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang beberapa waktu lalu, pria yang akrab disapa Hendi ini mengatakan Kampung Melayu memiliki potensi wisata historis yang kuat. Salah satunya dengan adanya Masjid Layur yang dibangun pada 1802, serta adanya Masjid Sholeh Darat.

Menurutnya, Masjid Layur merupakan salah satu potensi yang nantinya dapat menarik wisatawan dari luar kota untuk datang ke Kota Semarang.

"Jadi saya optimistis, Kampung Melayu bisa menjadi daya tarik wisatawan, seperti halnya Little Netherland," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Menurutnya, Kampung Melayu yang saat ini kondisinya relatif kumuh dan harus dapat ditata ulang menjadi daya tarik wisata Kota Semarang, sama seperti revitalisasi kawasan Little Netherland.

Ia menambahkan, melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), 39,42 Ha kawasan Dadapsari akan dipercantik baik dari sisi infrastruktur jalan, drainase, sarana prasarana jalan, ruang publik hingga penambahan ruang terbuka hijau.

"Pengembangan Kampung Melayu ini menjadi bagian dari total 145,83 Ha di 62 kelurahan yang akan dirapikan. Dari tahun 2014 hingga akhir 2020, total pengurangan wilayah kumuh yang sudah dilaksanakan adalah 320,75 Ha sehingga menyisakan luasan kumuh sebesar 95,08 Ha," tutur Hendi.

Lebih lanjut, Hendi mengungkapkan penanganan Kampung Melayu merupakan satu kesatuan baseline kumuh yang harus dituntaskan dengan total anggaran mencapai kurang lebih Rp 35 miliar. Kesan kumuh kawasan ini akan diubah menjadi lebih baik dan cantik layaknya destinasi wisata lainnya.

Sejumlah jalan yang selama ini kerap direndam rob dan banjir pun akan diperbaiki, seperti Jalan Kakap, Jalan Dorang, Jalan Layur, Jalan Petek, Jalan Inspeksi dan sejumlah jalan di tengah pemukiman warga.

"Kawasan Kampung Melayu juga akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau dan ruang publik, seperti food court, dermaga, jembatan dan gapura," pungkas Hendi.

(prf/ega)