Dihidupkan Lagi di RI, Partai Buruh di 4 Negara Ini Sudah Berkuasa

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 15:29 WIB
Jakarta -

Partai Buruh mendeklarasikan rencananya yang turut serta dalam Pemilu 2024 di Indonesia karena imbas omnibus law. Akankah Partai Buruh ini bisa meraup kemenangan? Di negara lain, ada sejumlah partai buruh yang bisa berkuasa.

Sebagaimana diketahui, latar belakang Partai Buruh itu kembali dihidupkan adalah omnibus law atau Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disahkan oleh DPR RI pada tahun lalu.

"Omnibus law-lah, UU Cipta Kerja yang men-trigger Partai Buruh dihidupkan kembali," kata Presiden Partai Buruh 2021-2026 Said Iqbal dalam Kongres IV partainya di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, pengesahan omnibus law menjadi kekalahan telak bagi kaum buruh memperjuangkan hak-haknya. Baginya, kelompok buruh akan memperluas garis perjuangannya di bangku parlemen.

"Kami ingin berjuang secara parlemen, bukan lagi sekadar di jalan. Di jalan tetap ada sesuai konstitusi, tapi kami ingin berjuang di parlemen," katanya.

Di negara lain, partai buruh sudah lama masuk parlemen. Bahkan, partai-partai buruh bisa berkuasa di sejumlah negara. Berikut ini daftar negara yang dikuasai oleh partai buruh.

1. Selandia Baru

Selandia Baru merupakan salah satu negara yang dikuasai partai buruh. Partai Buruh Selandia Baru berdiri sejak 1916 untuk melawan dominasi pemerintah yang mewajibkan wajib militer.

Pada 1919, Partai Buruh memenangi 8 kursi dan meningkat menjadi 17 pada 1922. Perjuangan ini pun berlanjut hingga era Jacinda Ardern.

Tahun lalu, seperti dilansir AFP, partai yang dipimpin Jacinda Ardern ini menang telak dalam pemilihan umum Selandia Baru pada Sabtu (17/10). Ardern pun kembali menjadi Perdana Menteri.

Kemenangan telak ini berarti Ardern (40) dapat membentuk pemerintahan partai tunggal pertama dalam beberapa dekade.

2. Norwegia

Norwegia juga dikuasai oleh Partai Buruh. Oposisi sayap kiri Norwegia memenangi pemilihan umum (pemilu) tahun lalu. Mereka meraih mayoritas suara di parlemen dibandingkan partai berhaluan kanan-tengah.

Dilansir dari AFP, Selasa (14/9/2020), Partai Buruh yang dipimpin Jonas Gahr Store memenangi pemilu pada Senin (13/9). Mereka menang setelah berkampanye soal masa depan industri minyak.

Lima partai oposisi terlihat memenangi 99 dari 169 kursi di parlemen. Mereka cukup untuk menggulingkan koalisi kanan tengah yang dipimpin seorang konservatif, Erna Solberg.

3. Spanyol

Partai buruh juga berkuasa di Spanyol. Partai Buruh Spanyol atau PSOE, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez, memenangi sekitar 28,7 persen suara dan muncul sebagai fraksi terkuat dalam pemilu parlemen di Spanyol pada Minggu (28/4/2021).

Partai buruh ini merupakan lawan dari partai nasionalis ultra kanan Vox. Berbicara di depan pendukungnya di Madrid usai pemungutan suara, Sanchez mengatakan partainya akan berkomitmen pada janji-janji utamanya selama kampanye, yaitu bekerja untuk memperjuangkan keadilan sosial, menyelesaikan konflik politik dengan Catalonia, dan mengakhiri korupsi.

4. Korea Utara

Korea Utara juga termasuk negara yang dikuasai oleh Partai Buruh. Hal ini terasa wajar karena negara ini memang mengusung ideologi komunisme.

Tercatat, pada Januari lalu, Korea Utara (Korut) menggelar Kongres Partai Buruh yang dihadiri sekitar 5 ribu orang, termasuk pemimpin mereka, Kim Jong-Un. Kim Jong-Un juga merupakan Sekjen dari Partai Buruh Korut.

Kongres partai itu digelar di dalam ruangan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), dengan para hadirin duduk berdekatan tanpa memakai masker.

(rdp/tor)