Dihidupkan Lagi di RI, Partai Buruh di 4 Negara Ini Sudah Berkuasa

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 15:29 WIB

1. Selandia Baru

Selandia Baru merupakan salah satu negara yang dikuasai partai buruh. Partai Buruh Selandia Baru berdiri sejak 1916 untuk melawan dominasi pemerintah yang mewajibkan wajib militer.

Pada 1919, Partai Buruh memenangi 8 kursi dan meningkat menjadi 17 pada 1922. Perjuangan ini pun berlanjut hingga era Jacinda Ardern.

Tahun lalu, seperti dilansir AFP, partai yang dipimpin Jacinda Ardern ini menang telak dalam pemilihan umum Selandia Baru pada Sabtu (17/10). Ardern pun kembali menjadi Perdana Menteri.

Kemenangan telak ini berarti Ardern (40) dapat membentuk pemerintahan partai tunggal pertama dalam beberapa dekade.

2. Norwegia

Norwegia juga dikuasai oleh Partai Buruh. Oposisi sayap kiri Norwegia memenangi pemilihan umum (pemilu) tahun lalu. Mereka meraih mayoritas suara di parlemen dibandingkan partai berhaluan kanan-tengah.

Dilansir dari AFP, Selasa (14/9/2020), Partai Buruh yang dipimpin Jonas Gahr Store memenangi pemilu pada Senin (13/9). Mereka menang setelah berkampanye soal masa depan industri minyak.

Lima partai oposisi terlihat memenangi 99 dari 169 kursi di parlemen. Mereka cukup untuk menggulingkan koalisi kanan tengah yang dipimpin seorang konservatif, Erna Solberg.

3. Spanyol

Partai buruh juga berkuasa di Spanyol. Partai Buruh Spanyol atau PSOE, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez, memenangi sekitar 28,7 persen suara dan muncul sebagai fraksi terkuat dalam pemilu parlemen di Spanyol pada Minggu (28/4/2021).

Partai buruh ini merupakan lawan dari partai nasionalis ultra kanan Vox. Berbicara di depan pendukungnya di Madrid usai pemungutan suara, Sanchez mengatakan partainya akan berkomitmen pada janji-janji utamanya selama kampanye, yaitu bekerja untuk memperjuangkan keadilan sosial, menyelesaikan konflik politik dengan Catalonia, dan mengakhiri korupsi.

4. Korea Utara

Korea Utara juga termasuk negara yang dikuasai oleh Partai Buruh. Hal ini terasa wajar karena negara ini memang mengusung ideologi komunisme.

Tercatat, pada Januari lalu, Korea Utara (Korut) menggelar Kongres Partai Buruh yang dihadiri sekitar 5 ribu orang, termasuk pemimpin mereka, Kim Jong-Un. Kim Jong-Un juga merupakan Sekjen dari Partai Buruh Korut.

Kongres partai itu digelar di dalam ruangan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), dengan para hadirin duduk berdekatan tanpa memakai masker.


(rdp/tor)