Polisi Periksa Pemasak Makanan Takziah Picu Keracunan Massal di Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 13:31 WIB
Ratusan warga di Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), keracunan usai menghadiri acara takziah. Para warga tersebut dirawat di rumah sakit terdekat dan rumah masing-masing.
Keracunan massal di Takalar, Sulsel. (Dok. Istimewa)
Takalar -

Polisi memeriksa juru masak pihak katering makanan takziah yang memicu keracunan massal di Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebelumnya, polisi juga memeriksa pemilik usaha katering dan penyelenggara takziah.

"Jadi sudah dilakukan pemeriksaan terhadap penyelenggara acara, kemudian dari pemilik katering kemudian juga juru masaknya," ujar Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Hardjoko kepada detikcom, Selasa (5/10/2021).

Dia menjelaskan, ada tiga juru masak pihak katering yang dimintai keterangan di Polres Takalar pada Senin (5/10). Dengan demikian, polisi total memeriksa lima saksi di kasus ini.

"Kemarin kan untuk karyawan memasaknya ada tiga, jadi semua sudah lima," katanya.

Penyidik, kata Hardjoko, hendak mendalami bagaimana proses pembuatan makanan yang menyebabkan keracunan massal itu. Namun belum ditemukan kesalahan.

"Pemeriksaan terkait proses memasaknya saja. Belum (ditemukan kesalahan) sejauh ini," ungkap Hardjoko.

Oleh sebab itu, lanjut dia, penyidik saat ini tengah menunggu hasil uji sampel makanan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri di Makassar. Hasil Labfor akan menunjukkan apakah makanan tersebut mengandung zat-zat berbahaya atau tidak.

"Makanya itu kita tunggu hasil Labfor, karena hasilnya belum keluar, sedang kami tunggu juga, belum jelas kapan keluar hasilnya," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga dilaporkan keracunan massal setelah mengkonsumsi nasi dus yang disajikan di acara takziah di Desa Pakkaba, Kecamatan Galesong Utara, Takalar, Rabu (29/9) malam.

Bahkan seorang anak berusia 9 tahun berinisial SR meninggal dunia diduga setelah keracunan makanan tersebut. Korban meninggal saat dirawat di rumah sakit di Makassar.

(hmw/nvl)