Senyum Nelayan Pulau Bangka, Tangkapan Naik 80% Gegara Fishing Ground

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 13:01 WIB
Nelayan Desa Rebo, Kabupaten Bangka.
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Pangkal Pinang -

Nelayan-nelayan di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, kini bisa tersenyum. Mereka yang masih menggunakan alat pancing dan tergabung di dalam kelompok nelayan Rebo ini sudah memiliki sebuah fishing ground atau daerah penangkapan ikan.

Salah satu nelayan, Aco, bercerita sebelum adanya fishing ground yang dibangun pada 2018 ini, ia bersama nelayan yang lain sangat sulit untuk mencari ikan. Tantangan yang paling berat menurutnya adalah alam yang terkadang tidak bersahabat dengan mereka. Bahkan, ombak tinggi hingga 1 meter sering mereka jumpai.

"Selagi nggak bersahabat ya kita nggak ke laut kalau cuaca tidak bagus. Tiba-tiba datang badai ribut dengan berat hati ya kita pulang daripada kena badai," tutur Aco kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Kesulitan lainnya adalah metode memancing mereka yang menggunakan alat pancing, sehingga membuat para nelayan di Desa Rebo ini harus lebih bersabar dan juga memakan waktu yang cukup lama dibandingkan menggunakan jaring.

"Kalau pake joran atau gulungan itu jarang dibawa pulang, itu lambat, jadi kita manual pakai alat pancing tangan aja manual. Kalau pake itu orang lain udah narik 3 kali kita baru setengah sampai," tuturnya.

Adapun ikan yang sering ditangkap adalah ikan kerisi hingga ikan kerapu yang nantinya dijual sendiri di rumah para nelayan. Mereka memilih menjual sendiri ikan tersebut untuk menjaga margin harga dari tengkulak.

"Kalau jual ke tengkulak terlalu banyak untungnya (buat tengkulak) mending kita jual sendiri. Tidak banyak, tapi cukup lah untuk makan sehari-hari," imbuh Aco.

Gayung bersambut, di tahun 2018 PT Timah melakukan sebuah program reklamasi laut dan menggandeng nelayan untuk membuat 101 rumpon. Letaknya pun tak jauh hanya berjarak 1-2 mil dari bibir pantai.

Nelayan Desa Rebo, Kabupaten Bangka.Nelayan Desa Rebo, Kabupaten Bangka. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

"Ada program pembuatan rumpon. Jadi kawan-kawan inisiatif buat rumpon. Buat dari semen, kawat, daun-daun kelapa, tali dan dibuat rumah ikan di dalamnya, ada kerucut lubang-lubang untuk sarang ikan dan rumah-rumah ikan, baru dibuang ke laut dicari dulu tempat yang bagus dan strategis agar ikan mau bersarang," kata Aco.

Nelayan pun kini semringah usai rumpon ikan tersebut ditenggelamkan dan menjadi fishing ground. Dalam beberapa bulan setelahnya ikan-ikan mulai berdatangan. Kini, produksi mereka pun meningkat. Dari yang biasanya mendapatkan Rp 300.000 dalam sehari, kini meningkat 2-3 kali lipat.

"Ada penghasilan tambahan kalau sudah ada rumpon. Sebelum itu kan kalau mau cari ikan sulit, buang-buang waktu, hasilnya nggak nentu. Kalau suda ada rumpon kan tempat kita tetap nggak susah-susah lagi cari lokasi dan hasilnya pun bertambah 60-80% dan biaya kita berkurang karena cepat dituju tidak susah carinya," ungkap Aco.

Ia pun berterima kasih kepada PT Timah karena telah membantu dalam pembuatan rumpon atau apartemen ikan yang pembuatannya diserahkan ke kelompok anggota nelayan. Pendapatan dan produksi mereka pun bisa meningkat.

Nelayan Desa Rebo, Kabupaten Bangka.Nelayan Desa Rebo, Kabupaten Bangka. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

"Harapannya ya jangan sampai putus kalau bisa karena sangat membantu sekali. Ada sih yang mau diajukan ke PT TIMAH seperti alat tangkap, perahu dengan mesin yang lebih besar agar lebih jauh jangkauannya," imbuhnya.

Program ini juga merupakan pemberdayaan nelayan yang ada di Desa Rebo dan terintegrasi mulai dari pembuatan rumpon, penenggelaman, perawatan, pemantauan hingga pemanfaatannya. Diawali dengan membuat 101 unit rumpon yang terdiri empat model yakni apartemen ikan, drum atraktor cumi, dom, dan rumpon perahu. Rumpon-rumpon tersebut kemudian ditenggelamkan di empat titik di Kawasan Perairan Rebo.

Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.

(prf/ega)