Pemko Pekanbaru Buka 2 Opsi Lanjutkan Proyek Pasar Mangkrak 10 Tahun

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 10:44 WIB
Pembangunan Pasar Cik Puan Pekanbaru mangkrak sejak dibangun pada 2009-2010 lalu. Kondisi pasar itu pun kini tampak memprihatinkan. Berikut potretnya.
Pasar Cik Puan yang mangkrak (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, buka suara soal mangkraknya Pasar Cik Puan yang mangkrak 10 tahun. Pasar mangkrak itu disebut baru diserahkan Pemprov ke Pemko Pekanbaru untuk dimanfaatkan.

"Pasar Cik Puan baru diserahkan gubernur ke Pemerintah Kota, tentu kita persiapkan pemanfaatannya seperti apa," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru, Ingot Hutasuhut, Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan ada dua opsi untuk melanjutkan pembangunan Pasar Cik Puan yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai tersebut. Opsi pertama adalah menggunakan APBD Kota Pekanbaru dan opsi kedua dengan dana pihak ketiga.

"Ada dua solusi, pertama kita bangun pakai APBD. Tetapi kalau APBD sangat tipis kemungkinan karena pandemi keuangan daerah juga terdampak. Otomatis bisa juga gandeng pihak ketiga kerja sama, BOT, bangun guna serah dan itu sedang kita matangkan," katanya.

Dia mengatakan Disperindag tetap meminta saran dan solusi dari pedagang pasar. Termasuk soal rencana kelanjutan proyek yang 10 tahun mangkrak tersebut.

Kelanjutan Pasar Induk yang Juga Mangkrak

Selain Pasar Cik Puan, Pasar Induk Pekanbaru mangkrak sejak 2020. Ingot mengatakan proyek itu mangkrak gara-gara pandemi.

"Pasar Induk akan dilanjutkan secepatnya. Itu dibangun dengan investasi dari pihak swasta dan dalam perjalanannya mereka terkendala finansial," ucapnya.

Ingot mengatakan proyek itu dikerjakan oleh salah satu perusahaan swasta. Sementara Pemko Pekanbaru diberi kewenangan membantu persoalan-persoalan yang terjadi selama pembangunan berlangsung.

"Dalam kontrak kita harus membantu persoalan-persoalan yang terjadi. Mereka mengalami persoalan finansial karena kondisi pandemi COVID-19, ya kita akan diskusikan, apakah mereka gandeng pihak lain atau seperti apa," kata Ingot.

Ingot berharap pihak swasta tetap melanjutkan pekerjaan. Dia berharap tidak ada putus kontrak dan melakukan kontrak baru yang akan memakan waktu.

"Kalau mereka tidak sanggup, ya kita putus kontrak. Kalau kontrak putus pekerjaan kan harus tetap lanjut dan artinya kontrak baru lagi, lama," katanya.

(ras/haf)