ADVERTISEMENT

Pemusnahan 'Mother of Satan' di Ciremai Timbulkan Longsor, Ini Penampakannya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 20:51 WIB

35 Kg TATP Ditemukan di Kaki Gunung Ciremai

Berdasarkan pengakuan Imam Mulyana, tim Densus 88 Antiteror bersama Tim Jibom Brimob Polda Jawa Barat dan Polres Majalengka menelusuri kaki Gunung Ciremai. Imam dibawa ke lokasi dengan pengawalan ketat Tim Densus 88 Antiteror.

"Dari hasil pencarian ditemukan sejumlah TATP dalam beberapa wadah terpisah, sesuai dengan pengakuan Imam Mulyana," ujar Ahmad Ramadhan.

Adapun perinciannya, ditemukan sebuah stoples berisi 10 kg TATP murni, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri (besi bulat berukuran kecil), 4 kotak makan berisi TATP murni dan C1 dan setengah botol air minum besar berisi TATP yang sudah berubah warna. Selanjutnya Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (disposal) terhadap bahan peledak tersebut di sekitar lokasi penemuan.


Pengakuan Imam Mulyana

Imam Mulyana bersyukur akhirnya bom tersebut berhasil ditemukan. Imam tidak menyangka apabila ledakan bom itu berbahaya.

"Yang pertama, (TATP) seberat 35 kg, saya tidak menyangka ternyata sangat berbahaya," ujar Imam Mulyana dalam video yang diterima detikcom, Senin (4/10).

Imam kemudian mengomentari proses disposal TATP. Anggota kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu mengaku menangis saat mendengar suara ledakan yang ditimbulkan saat proses disposal.

Imam tidak dapat membayangkan apabila bom itu ditemukan oleh oknum yang menyalahgunakan untuk kejahatan.

"Sehingga ketika mendengar ledakan itu saya menangis, karena setelah saya menyadari begitu berbahaya barang tersebut sehingga bagaimana jadinya barang tersebut didapatkan oleh orang yang tidak baik, apalagi dipergunakan untuk melakukan tindak kejahatan akan ada berapa banyak jiwa atau kerusakan yang terjadi," jelasnya.

Imam menyesal telah menyimpan 'Mother of Satan' di kaki Gunung Ciremai. Ia bersyukur dan berterima kasih kepada tim Densus 88 Antiteror yang berhasil menemukan bahan peledak itu setelah melewati medan yang cukup berat.

"Maka saya merasa terharu, saya merasa menyesal, saya merasa bersyukur bahwa barang tersebut dengan hakulyakin saya serahkan kepada pihak yang berwenang, kepada pihak yang bisa menanganinya dan alhamdulillah semua itu berjalan lancar. Kami berterima kasih kepada semua tim yang telah berjuang harus mendaki dengan medan yang tinggi dan terjal dan dengan sabar dan ikhlas sampai akhirnya ditemukan," jelasnya.


(mei/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT