Presiden SBY Mengajar Matematika dan Geografi
Kamis, 13 Apr 2006 12:07 WIB
Pacitan - Sangat jarang seorang doktor mengajar sekolah dasar (SD). Tapi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Oktober 2004 lalu, tampak serius mengajar kelas 5 dan 6 SD Purwoasri, Pacitan, Jawa imur, tempatnya dulu bersekolah.Bak seorang guru beneran, doktor bidang pertanian ini tampak sangat menguasai mata pelajaran yang ia ajarkan. Ia tampak menikmati profesi guru dan tidak tampak kaku. Hal ini terlihat saat SBY mengajar Matematika di kelas 5 dan Geografi di kelas 6, Kamis (13/4/2006). Di depan 24 siswa kelas 5, SBY mengajar trapesium dan bagaimana cara mengerjakan soal-soal yang dibuatnya. Sementara saat mengajar 14 siswa kelas VI, SBY mengajar geografi mengenai wilayah negara Equador. Selain mengajar dua mata pelajaran tersebut, Presiden sempat dialog dengan siswa-siswi dan menanyakan cita-cita para murid. Ada yang menjawab ingin menjadi presiden, ingin menjadi pilot, ingin menjadi TNI, ada juga yang ingin masinis kereta api dan ada juga ingin menjadi pegawai kecamatan.Dialog berlangsung lebih kurang 30 menit, sejak pukul 08.30 WIB. Di SD Negeri Purwoasri tersebut, SBY juga memberikan bantuan Rp 50 juta untuk perbaikan MCK dan sekolah.Usai berkeliling, SBY bertemu dengan salah seorang guru saat dia bersekolah. Sri Banon, nama guru tersebut adalah satu-satunya pengajar SBY yang masih hidup. Kemudian SBY menyempatkan berdialog dengan Sri Banon. Dalam ingatan Sri Banon, SBY orang yang pendiam dan selalu rapi. Misalnya, saat berpakaian, SBY selalu memasukkan baju ke dalam celananya. Dialog berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Setelah itu , SBY yang didampingi Ny Ani Yudhoyono menengok berbagai fasilitas MCK dan meminta pihak sekolah untuk memperbaikinya. Kunjungan ini mendapat perhatian besar dari para murid, guru dan warga sekitar.
(jon/)











































