Kritik Anies, PDIP Minta Pemprov Jelaskan soal Surat ke Bloomberg

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 19:07 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Foto: Dok. istimewa
Jakarta -

Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono mempertanyakan maksud dan tujuan Gubernur Anies Baswedan mengirim surat ke pendiri Bloomberg Philanthropies, Michael R Bloomberg. Gembong menilai Anies tak perlu sampai menyurati Bloomberg.

"Nggak seharusnya, kolaborasi apa yang dimaksudkan itu. Kolaborasi sosialisasi? Kolaborasi kampanye? Loh dia kan punya perangkat untuk melakukan sosialisasi itu, untuk melakukan kampanye itu. Sebetulnya nggak perlu juga," kata Gembong kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Gembong menilai surat kolaborasi yang dikirim Anies itu tidak wajar. Sebab, lanjut dia, Anies berwenang mengatur kampanye antirokok tanpa perlu berkolaborasi dengan pihak lain.

"Gubernur sudah memiliki kewenangan untuk mengatur, mengatur terhadap penggunaan atau pencegahan terhadap bahaya rokok, ngapain mesti minta kepada orang lain," ujarnya.

"Gubernur diberikan kewenangan untuk mengatur. Kewenangan yang dimiliki Gubernur silakan untuk mengatur kawasan mana yang boleh dan tidak boleh merokok. Itu namanya pembatasan, Undang-Undang yang memberikan kewenangan kepada Gubernur," lanjutnya.

Gembong menyebut Pemprov DKI sudah melakukan sejumlah terobosan dalam mengampanyekan gerakan antirokok. Gembong mengatakan terlalu berlebihan jika Anies sampai bersurat ke pihak lain.

"Terus ngapain sih lebay, lebay banget, terlalu lebay. Sekarang kan tahapan-tahapan pun sudah dilakukan, iklan rokok sudah tidak boleh di jalan protokol kan gitu loh itu sudah berjalan. Iklan rokok nggak boleh di TV, jam sekian yang masih ditonton anak anak misalkan itu, kan sudah suatu terobosan yang dilakukan pemerintah," ucapnya.

Lebih lanjut, Gembong mendesak Pemprov DKI mengklarifikasi kebenaran surat tersebut.

"Ya perlu juga (klarifikasi surat) agar ada kejelasan maksud dan tujuan yang dikirim ke perusahaan apa lembaga itu. Iya soal kolaborasinya kan maksud dan tujuannya apa," imbuhnya.

Sebelumnya, viral di media sosial Twitter surat dari Anies ke pendiri Bloomberg Philanthropies. Surat itu lantas dinarasikan sebagai cara Anies minta jatah kampanye antirokok.

Surat Anies itu diunggah akun @rokok_indonesia, Jumat (4/10) pekan lalu. Ada beberapa cuitan yang diunggah akun tersebut.