MUI Kecam Ajang Miss Queen di Bali: Transgender Aib, Bukan Prestasi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 17:34 WIB
Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Utang Ranuwijaya di kantor MUI, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Utang Ranuwijaya (Ari Saputra/detikcom)

Utang pun memberikan alasan ajang perlombaan bagi transgender, seperti Miss Queen, itu buruk. Pertama, perbuatan transgender telah dilarang agama.

"Pertama, melakukan transgender itu sendiri dilarang oleh agama, baik laki-laki menjadi perempuan atau perempuan menjadi laki-laki. Dalam ajaran Islam, sekadar mencabut bulu uban atau bulu alis saja ada aturannya, apalagi mengubah jenis kelamin," jelasnya.

"Kedua, perilaku seseorang yang seperti ini menunjukkan bahwa ia mengalami kelainan kejiwaan yang mestinya diobati, bukan dilombakan atau dipertontonkan di depan publik," tuturnya.

Dengan demikian, utang mengatakan bahwa perbuatan transgender adalah aib. Dia menegaskan kegiatan itu bukanlah prestasi.

"Atas dasar kedua hal di atas, maka perbuatan transgender adalah aib, bukan prestasi," tegasnya.

Untuk diketahui, Millen Cyrus memenangi kontes kecantikan Miss Queen 2021 yang diselenggarakan di Bali, Kamis (30/9). Kontes tersebut merupakan ajang kecantikan bagi para transgender.


(lir/fjp)