Polisi Panggil Anggota DPRD di Gorontalo Ngamuk-Tolak Dites Antigen

Ajis Khalid - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 16:58 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Resvin Pakaya viral di media sosial mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo menolak rapid test antigen. (Tangkapan layar video viral)
Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Resvin Pakaya viral di media sosial mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo menolak rapid test antigen. (Tangkapan layar video viral)
Gorontalo -

Anggota DPRD Boalemo, Gorontalo, Resvin Pakaya, yang mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo karena menolak tes swab antigen, diperiksa polisi. Proses hukum dipastikan terus berlanjut.

"Aleg (anggota legislatif) sudah kita lakukan pemanggilan dan bersangkutan akan hadir hari ini untuk lakukan pemeriksaan. Prosesnya akan berlanjut terus," kata Kapolres Gorontalo AKBP Ahmad Pardomuan, Senin (4/10).

Kapolres menjelaskan, untuk saksi sudah dilakukan pemeriksaan, dari pihak provinsi, seperti gugus tugas, sekuriti bandara, dan tenaga medis, yang melakukan pemeriksaan di bandara.

"Kasus ini tentunya kita akan lakukan gelar perkara sesuai dengan aturan Kapolri nomor enam tahun 2011, gelar perkara ini menentukan bisa naik sidik atau tidak, unsur pasal apa yang harus kita gunakan di sana. Apa itu bisa atau tidak," jelas Kapolres.

Dia menambahkan ada 5 saksi yang sudah dimintai keterangan serta anggota DPRD tersebut.

"Laporannya mereka merasa di sana (bandara) dilakukan tahapan pemeriksaan antigen, kemudian yang bersangkutan tidak mau dan mengajak orang lain untuk tidak dilakukan itu. Sebagian besar sudah namun di belakangnya menjadi tidak ikut. Istilahnya mengajak orang lain," lanjut Kapolres.

Dari pantauan detikcom, anggota DPRD Boalemo dari Fraksi NasDem ini, Senin (4/10) siang pukul 11.00 Wita, sudah berada di ruangan Reskrim Polres Gorontalo, dan hingga sore masih menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya diberitakan, video anggota DPRD Boalemo Gorontalo, Resvin Pakaya, menolak tes rapid antigen di Bandara Djalaludin viral di media sosial (medsos). Satgas COVID-19 Gorontalo melaporkan peristiwa itu ke Polres Gorontalo.

"Saat ini kami sudah melakukan pelaporan dulu karena menyangkut nama baik. Dia kan melakukan penghasutan, sehingga beberapa penumpang tidak dites antigen lagi," ujar Koordinator Satgas COVID-19 Bandara Djalaludin, Gorontalo, Ramiz Soleman, Jumat (1/10).

(nvl/nvl)