Napiter MIT Poso Basri Ajak Kelompoknya Ikuti Jejaknya Ikrar Setia NKRI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 15:10 WIB

Ikrar Setia NKRI Tanpa Paksaan

Sementara itu, Basri menegaskan bahwa dia mengucap ikrar setia ke NKRI bukan karena paksaan. Ia mengucap janji setia ke NKRI juga bukan karena anak-istrinya ditangkap.

"Saya Muhammad Basri alias Opah. Kalian melihat saya mungkin di media, saya sudah kembali ke pangkuan NKRI itu bukan karena paksaan, itu bukan karena anak dan istri saya ditangkap atau apa yang mau ditangkap, itu tidak benar," katanya.

Basri mengatakan dirinya mengucap sumpah setia kepada NKRI karena kemauannya sendiri. Juga karena atas dasar pertimbangan keilmuannya.

"Bahwa saya mengambil NKRI atas dasar ilmu yang saya pertimbangkan, apa yang saya dapatkan dulu untuk mengafirkan itu salah. Bahwa Rasulullah tidak mengajarkan untuk mengafirkan orang syahadat," katanya.

Basri juga mengajak anak istrinya untuk mengikuti jejaknya sumpah setia kepada NKRI.

"Maka dari itu saya mengambil NKRI atas dasar saya sudah memahami ilmu, saya kembali ke pangkuan NKRI ini bukan karena paksaan, tetapi dari hati saya bukan karena anak dan istri saya ditangkap atau karena orang-orang yang saya cintai mau ditangkap, tapi karena ikhlas saya ingin membangun negara ini dengan ilmu dan kekuatan saya untuk membangun Indonesia ini dengan damai dan sejahtera," ujarnya.

Basri mengaku telah berbuat dosa atas tindakan aksi terorisme yang ia lakukan bersama kelompok MIT.

"Karena saya sudah banyak membuat dosa untuk negara ini dan khususnya untuk masyarakat Indonesia. Semoga yang tonton video saya ini, saya dengan ikhlas mengambil NKRI ini. Buat istri-istri saya, kalau kalian sudah mengafirkan saya itu terserah. Cuma saya punya dalil dari Alquran dan hadis, insyaallah nanti saya berikan apa yang saya ambil NKRI bukan karena nafsu tapi atas keilmuan saya," tutupnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (2/10) lalu, Basri mengucap ikrar sumpah setia kepada NKRI. Pengambilan sumpah setia kepada NKRI itu dilaksanakan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.


(mei/fjp)