Sentul City Buka Suara soal Massa Rusak Kantor Desa Imbas Sengketa Lahan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 20:46 WIB
Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City).
Foto: Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City).
Jakarta -

PT Sentul City buka suara perihal massa melakukan perusakan Kantor Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, gara-gara tak terima upaya penggusuran oleh pihak Sentul City. Head of Corporate Communication PT Sentul City, David Rizar Nugroho, menegaskan pihaknya hanya menggusur tanah garapan milik warga pendatang yang mendirikan bangunan liar di atas tanah milik Sentul City.

"Kami tegaskan bahwa kami tidak membulldozer rumah warga asli Bojong Koneng, yang kami kejar adalah warga pendatang yang menguasai tanah garapan dari mafia tanah dan mereka mendirikan bangunan liar di atas tanah kami," kata David Rizar, kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

David menyebut penggusuran lahan di Gunung Batu Kidul, Bojong Koneng, telah berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat. Bahkan, kata David, pihaknya telah mendapat dukungan dari desa maupun warga setempat.

"Kegiatan penataan lahan di Kampung Gunung Batu Kidul, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, sudah melalui koordinasi dengan pengurus RT, RW dan desa setempat dan mendapat dukungan warga kampung setempat," ucapnya.

David menuding ada warga di luar Kampung Gunung Batu yang ikut campur untuk melakukan penolakan terhadap penggusuran lahan ini. Menurutnya, PT Sentul City hingga kini bahkan belum melakukan pengukuran tapal batas di Kampung Gunung Batu, Bojong Koneng, itu.

"Menjadi pertanyaan kami, justru aneh yang melakukan penolakan ngotot adalah warga kampung lain yaitu denger-denger oknum warga Gunung Batu Babakan di mana kami bahkan belum sama sekali melakukan pengukuran tapal batas dalam rangka penataan lahan milik kami di kampung tersebut. Ada apa ini? harus diusut tuntas," ujarnya.

Lebih lanjut, David menyayangkan aksi perusakan fasilitas Kantor Desa Bojong Koneng oleh sejumlah massa. Menurut David, tindakan anarkisme itu sudah melawan hukum.

"Kami prihatin dan menyesalkan peristiwa anarkisme yang terjadi dan telah merusak fasilitas kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Tindakan anarkisme merupakan tindakan melawan hukum di mana hal ini tidak dibenarkan secara hukum. Maka dengan begini menjadi ranah aparat penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum untuk menjamin kepastian hukum dan hilangkan keresahan di masyarakat," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Simak Video: Komentar Amien Rais soal Sengketa Lahan Rocky Gerung Vs Sentul City

[Gambas:Video 20detik]