Kaget Razia, Remaja di Sumsel Tabrak Polisi hingga Pura-pura Pingsan

Prima Syahbana - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 16:51 WIB
Remaja di Palembang pura-pura pingsan usai tabrak polisi. (Dok. Istimewa)
Remaja di Palembang pura-pura pingsan setelah menabrak polisi. (Dok. Istimewa)
Palembang -

Seorang remaja pria di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), berpura-pura pingsan setelah menabrak polisi. Dia menabrak polisi setelah mencoba kabur ketika hendak dihentikan petugas yang sedang menggelar razia knalpot brong.

"Iya benar, dia itu nabrak anggota kita. Setelah nabrak, dia malah pura-pura pingsan, ya namanya juga anak-anak," kata Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Endro Ariwibowo saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (3/10/2021).

Peristiwa itu, kata Endro, terjadi saat tim gabungan TNI-Polri tengah menggelar razia penertiban kendaraan yang menggunakan knalpot brong pada Sabtu (2/10), pukul 23.00-02.00 WIB, dini hari. Remaja itu, seperti kelihatan panik melihat tim gabungan tengah menggelar razia di Jalan Jendral Sudirman, Ilir Timur 1, tersebut.

"Diduga panik dan berusaha kabur, dia nabrak anggota kita. Karena diledekin anggota, dia langsung sadar dan ketawa-ketawa sendiri. Anggota tidak luka berat, yang bersangkutan kami periksa karena dia melanggar dan melawan petugas, dia kita tilang karena melanggar aturan," kata Endro.

Selain pria itu, sambung Endro, ada 103 orang lainnya yang di tilang dengan berbagai pelanggaran seperti tidak memiliki SIM dan STNK. Namun ada sekitar 78 motor disita, karena menggunakan knalpot brong.

"103 orang ditilang, ada yang tidak membawa surat-surat. Tapi di dominasi yang menggunakan knalpot brong, ada 78 motor yang kita sita," terangnya.

Dari 103 pengendara motor, ada juga satu pengendara mobil yang ditilang karena menggunakan knalpot brong. Di Palembang, menurutnya, angka pelanggaran lalu lintas semacam ini masih cukup tinggi.

Terakhir, Endro berharap ke para orang tua untuk lebih ekstra memberikan pengawasan terhadap anaknya yang memang belum waktunya mengendarai kendaraan bermotor. Hal itu, demi meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas.

"Iya masih cukup tinggi (pelanggaran). Hasil giat semalam didominasi pelanggaran knalpot brong. Kami harap para orang tua bisa membimbing anaknya supaya mengawasi kendaraan yang dipakai dan kegiatan anaknya di malam hari," jelas Endro.

Simak juga 'Lapas Subang Gelar Razia, Sejumlah Ponsel Milik Napi Disita':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/yld)