Pemkab Kebumen Resmikan Wisata Keliling Kota Naik Bus Antik

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 14:47 WIB
Bus wisata Kebumen
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen -

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto secara resmi melaunching Wisata Heritage Kota atau 'Heritage On Wheels Kebumen'. Paket yang menawarkan wisata budaya di dalam Kota Kebumen ini menggunakan bus tua yang antik. Pengalaman wisata ini sengaja diadakan guna mendukung Kebumen sebagai kota wisata.

Peluncuran tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati bersama Crew Bus PO Sumber Alam. Bus tua dan unik yang dipakai merupakan kendaraan milik PO Sumber Alam yang telah menjajaki kerja sama untuk pengembangan wisata di Kebumen.

Pada kesempatan itu, Arif menyatakan dengan adanya Wisata Heritage Kota Kebumen akan melengkapi sajian wisata di Kebumen, bukan hanya sekedar wisata alam berupa pegunungan dan pantainya yang indah, tapi Kebumen juga punya wisata kota dengan kearifan lokal dan budayanya yang masih terjaga.

"Apalagi kita melihatnya dengan menggunakan bus tua ya yang sudah tidak diproduksi lagi. Ini busnya unik sekali, sudah sangat jarang ditemukan. Nah sekarang kita hadirkan di Kebumen. Tentu ini akan memperindah pemandangan di setiap jalan Kota Kebumen," kata Arif Sugiyanto di sela-sela acara, Sabtu (2/10/2021).

Ada dua bus yang disediakan, yakni buatan tahun 1960, dan 1970 yang kondisinya masih cukup prima. Wisatawan bisa menggunakan bus ini secara santai berkeliling kota Kebumen, dengan menghadirkan kesan zaman dulu.

"Jadi wisata Heritage Kota Kebumen bisa menjadi alternatif ya, para wisatawan dari luar kota yang mengunjungi Kebumen sekarang tidak lagi melulu pergi ke laut, tapi perlu juga melihat kota Kebumen untuk budaya dan sejarahnya. Bus ini akan membawa wisatawan untuk mencari tahu lebih dalam apa itu Kebumen," paparnya.

Bus wisata KebumenBus wisata Kebumen Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Arif menegaskan, pihaknya tengah bersungguh-sungguh menjadikan Kebumen sebagai Kota Wisata. Ia ingin Kebumen bisa mencontoh Kabupaten Badung, Bali yang mampu menghasilkan PAD terbesar melalui sektor wisata alam dan kearifan lokalnya.

"Kebumen saya yakin juga bisa, karena semua prasyarat itu ada, Kebumen punya alam yang indah, laut, gunung, waduk, gua, semua ada. Kearifan lokal kita juga kuat. Jadi untuk menyelami wisata Kebumen itu tidak cukup 3 hari. Makanya perlu kita dorong agar wisata kita semakin maju, sehingga bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Untuk bisa menikmati wisata Heritage Kota Kebumen menggunakan bus antik tersebut, pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 50 ribu dan akan diajak keliling Kota Kebumen kurang lebih selama 2 jam, dengan mengunjungi sejumlah tempat, yakni Obyek Gereja Kristen Jawa, Klenteng Kebumen, Masjid Agung dan Pabrik Genteng Sokka.

(prf/ega)