Round-Up

6 Sikap Polri Serius Pinang Novel Baswedan dkk

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 07:01 WIB
Novel Baswedan dkk Pamit ke KPK
Foto: Novel Baswedan dkk Pamit ke KPK (Azhar-detik)

3. Tak Ragukan Rekam Jejak Novel Baswedan dkk

Polri pun terlihat makin serius ingin merekrut ke 56 mantan pegawai KPK. Polri memuji visi Novel Baswedan dkk dalam memberantas korupsi sehingga rekam jejak mereka tidak diragukan lagi.

"Dan juga melihat bahwa rekam jejak dari teman-teman pegawai KPK ini, itu mempunyai visi yang sama, yaitu untuk pemberantasan korupsi. Dan untuk rekam jejaknya tidak perlu dikhawatirkan, tidak perlu diragukan, itu sudah sama-sama nyata dilakukan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Argo mengungkapkan Jenderal Sigit berharap Novel dkk mau bergabung menjadi ASN Polri. Pasalnya, Argo mengatakan Polri sangat serius dalam perekrutan ini.

"Jadi tentunya kan Polri dalam hal ini Bapak Kapolri sudah men-declare secara resmi. Jadi semua khalayak melihat, jadi ini tidak main-main polisi. Ini serius dan sangat serius, kita juga berharap ada kerja sama antara teman-teman dari masyarakat mana dan kawan-kawan dengan kepolisian sehingga bisa cepat kita menyelesaikan aturan awal ini," tuturnya.

"Sehingga setelah ini selesai kita melangkah ke berikutnya. Yang terpenting bahwa kita adalah bagaimana kita ini bisa cepat lancar, kita bisa merekrut teman-teman daripada mantan KPK ini," sambung Argo.

4. Tugas di Polri Sudah Menanti Novel Baswedan dkk

Lebih lanjut, Polri juga sudah menyiapkan tugas bagi Novel Baswedan dkk jika nantinya bersedia bergabung dengan Bareskrim Polri. Argo membeberkan tugas yang bakal diisi oleh mantan pegawai KPK yang bakal direkrut itu. Dia menjelaskan mereka akan bekerja di bidang pencegahan korupsi hingga mengawasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19.

"Karena dari kepolisian ini ada beberapa ruang yang perlu diisi, melakukan pencegahan korupsi. Misalnya kegiatan pendampingan pengadaan barang dan jasa, kemudian juga berkaitan dengan pandemi Covid ini kan perlu kita ada pendampingan berkaitan dengan penggunaan anggaran Covid," imbuh Argo.