Komisi I DPR Undang Dewan Adat Papua
Rabu, 12 Apr 2006 23:50 WIB
Jakarta - Masukan dapat diperoleh dari mana saja, apalagi tentang persoalan yang sedang hangat. Maka untuk lebih mengetahui informasi tentang Papua, Komisi I DPR mengundang Dewan Adat Papua (DAP). Acara mendengarkan masukan ini dibuka langsung oleh Ketua Komisi I Theo L Sambuaga. Tiga orang dari DAP yakni Ketua DAP Tom Beanal, mediator DAP Willy Mandoen dan juru bicara DAP Marthinus Tesa. "Sekian banyak masalah di Papua tapi tidak pernah ada dialog kita hanya bicar-bicara saja tidak ada komunikasi apapun antara pemerintah dan anggota DPR," ujar Willy di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Terkait dengan 42 warga Papua yang meminta suaka ke Australia menurutnya itu tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya hal serupa banyak terjadi tapi tidak terungkap."Motivasi utamanya untuk mencari aman bukan alasan ekonomi. Bukan seperti yang dikatakan PM Australia," imbuhnya.Menurut Willy, mereka tidak nyaman di rumah sendiri karena hak hidupnya tidak dijamin oleh negara. Tawaran Otsus oleh pemerintah pusat pun tidak dilaksanakan secara sunguh-sungguh."Diperlukan dialog lebih luas dengan warga Papua, khususnya mengenai pembangunan HAM dan kesejahteraan," tandas Willy.
(fay/)











































