Round-Up

Murka Demokrat Dibalas Kelakar Yusril soal Tarif Pengacara

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 20:11 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Yusril Ihza Mahendra (Foto: dok. detikcom)

Awal Mula Fee Rp 100 Miliar Muncul

Polemik Rp 100 miliar ini pertama kali dilontarkan oleh Elite Demokrat Andi Arief. Andi Arief mengatakan Yusril ketika dihubungi PD meminta bayaran pengacara senilai Rp 100 miliar.

Namun saat itu PD tidak menyanggupi permintaan Yusril. Kemudian, lanjut Andi, Yusril pun berpindah haluan ke kubu Moeldoko.

"Begini Prof @Yusrilihza_Mhd, soal gugatan JR pasti kami hadapi. Jangan khawatir," kata Andi Arief di akun Twitter-nya yang dibagikan kepada wartawan, Rabu (29/9).

Andi Arief mengaku memiliki bukti bahwa Yusril menawarkan Rp 100 miliar sebagai pengacara. Namun Partai Demokrat tak bisa menyanggupi tawaran Yusril itu.

"Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran Anda Rp 100 miliar sebagai pengacara, Anda pindah haluan ke KLB Moeldoko," lanjut Andi Arief.


(zap/maa)