Bio Farma Yakinkan Produk Vaksinnya Aman

Bio Farma Yakinkan Produk Vaksinnya Aman

- detikNews
Rabu, 12 Apr 2006 18:20 WIB
Solo - Bio Farma, sebagai satu-satunya produsen vaksin di Indonesia, menjamin semua vaksin yang dibuatnya aman bagi anak-anak. Isu balita mati setelah divaksinasi, besar kemungkinan dihembuskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan vaksin luar negeri. "Semua pihak perlu melakukan penilaian komprehensif sebelum membuat pernyataan. Isu balita yang mati setelah vaksinasi itu adalah sebuah penyesatan," ujar Direktur Pemasaran Bio Farma, Sarimuddin Sulaeman, kepada wartawan di sela-sela penangan PIN putaran ke-5 oleh Presiden di Pacitan, Rabu (12/4/2006). Dia lalu memberikan contoh ekstrem bahwa balita bermasalah seperti itu bahkan jika tidak diberi vaksin juga akan mati karena kematiannya disebabkan persoalan lain, bukan oleh vaksin. "Di Jawa Barat saja, setiap hari ada tiga ribu balita meninggal. Tanpa diberi PIN juga akan meninggal," kata dia. Kematian itu, kata Sarimuddin, disebabkan oleh penyakit, gizi buruk, atau faktor lain yang ada pada balita tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan tim KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imuninasi) yang terdiri dari para dokter ahli dari berbagai spesialisasi tidak pernah ada yang mengarah ke vaksin. "Vaksin buatan Bio Farma aman untuk diberikan kepada balita. Kalau tidak aman tidak mungkin WHO memberikan sertifikasi kepada Bio Farma. Bahkan WHO setiap tahunnya juga mengoder 300 juta dosis vaksin dari Bio Farma untuk diberikan kepada 70 negara penerima," papar Sarimuddin. "Perusahaan vaksin India juga membeli vaksin kami dalam bentuk bulk sebesar 400-500 juta dosis per tahun. Pembelian bentuk bulk karena pertimbangan efisiensi pengiriman dan mereka telah mampu melakukan finishing product. Semua itu membuktikan kepercayaan internasional kepada kita," lanjutnya. Agen Vaksin Luar Sarimuddin bahkan perlu mengingatkan agar publik perlu berhati-hati terhadap segala bentuk pengopinian negatif yang dilontarkan pihak-pihak tertentu terhadap produsen vaksin di Bandung yang telah beroperasi sejak 1890 tersebut. "Bukan tidak mungkin ada agen-agen yang ingin memasarkan vaksi dari luar negeri ke Indonesia. Cara yang dipakai salah satunya adalah dengan melakukan penyesatan bahwa vaksin Bio Farma perlu dikaji lagi, berbahaya digunakan, perlu dicarikan pembanding dan lain sebagainya itu tadi," kata dia. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait