ADVERTISEMENT

Di Forum Internasional Anies Soroti Fenomena Urbanisasi-Perubahan Iklim

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 13:06 WIB
Anies Baswedan (dok.istimewa)
Anies Baswedan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal fenomena urbanisasi besar yang membuat sebagian besar penduduk akan menempati kawasan perkotaan. Anies memproyeksikan setidaknya 60,4 persen populasi dunia akan tinggal di kota pada 2023.

"Sebagian besar penduduk dunia tinggal di kota. Dalam pengertian ini, banyak kehidupan bergantung pada kota. Diproyeksikan bahwa setidaknya 60,4 persen populasi dunia akan tinggal di kota pada 2030 dan 68 persen pada 2050 dan nantinya peran kota penting bagi peradaban kita," kata Anies dalam keterangan tertulis diterbitkan Jumat (1/10/2021).

Hal ini disampaikan Anies saat menghadiri forum internasional Climate Heroes secara daring pada Kamis (30/9). Forum itu juga dihadiri oleh Eks Wamenlu RI Dino Patti Djalal, Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Yong Kim, dan President and CEO of World Resource Institute Aniruddha Dasgupta.

Dalam kesempatan itu, Anies juga menyoroti kondisi perubahan iklim yang menjadi tantangan kota-kota di dunia. Eks Mendikbud itu mengajak seluruh pihak bertanggung jawab dalam mengurangi emisi karbon yang menjadi penyebab perubahan iklim di dunia.

"Peran sistem perkotaan dan pemimpin kota menjadi sangat penting, terutama ketika kota ditantang oleh tantangan besar seperti pandemi COVID-19 dan perubahan iklim. Maka dari itu, komunitas internasional juga memberikan perhatian yang signifikan pada kota-kota," sebutnya.

"Dalam kesepakatan global, seperti Perjanjian Paris dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, pemerintah kota diakui sebagai sekutu penting dalam mendorong masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. Kota juga bertanggung jawab untuk mengurangi emisi karbon global dengan melakukan tindakan di tingkat lokal," sambungnya.

Eks Mendikbud itu juga memastikan Jakarta akan berkontribusi dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Setidaknya, ada enam isu potensial yang perlu diwaspadai oleh Jakarta pascapandemi COVID-19.

"Saya menyoroti enam fenomena kota pascapandemi yang harus diwaspadai. Antara lain perumahan produktif (terjangkau), masa depan industri properti, mobilitas berkelanjutan dan aksesibilitas inklusif terhadap mobilitas, kelangkaan pekerjaan dan masa depan pekerjaan, keterbatasan interaksi sosial dan perhatian untuk peningkatan jumlah anak yatim akibat kematian orang tuanya karena COVID-19. Ini harus kita perhatikan dan kita usahakan solusinya," jelasnya.

Simak video 'Wilayah Indonesia Secara Umum Cerah-Berawan, Kecuali...':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT