Bunga Bangkai Spesies Langka Ditemukan di Hutan Labura

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 08:06 WIB
Bunga bangkai langka di hutan Labura. (Dok Haray Sam Munthe )
Bunga bangkai langka di hutan Labura. (Dok Haray Sam Munthe )
Labuhanbatu Utara -

Pegiat lingkungan, Haray Sam Munthe menemukan bunga bangkai yang tumbuh pada kawasan hutan di Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut). Jenisnya adalah bunga bangkai putih atau Amorphopallus prainii.

Tumbuhan langka ini ditemukan secara kebetulan oleh tim dari Yayasan Alam Liar Sumatera, saat mereka melakukan patroli hutan di kawasan Hadabuan Hill, Desa Pematang, Kecamatan Na IX- X, Labura.

"Kita sedang patroli di hutan kebetulan ketemu dengan itu (Amorphopallus prainii). Sebelumnya nggak tahu kalau itu ada disana," kata pendiri Yayasan Alam Liar Sumatera, Haray Sam Munthe kepada detikcom, Kamis (30/9/2021) malam.

Haray mengatakan mereka menemukan bunga langka ini pada Rabu (22/9) lalu. Tingginya sekitar 70 cm dan tumbuh di dekat aliran sebuah sungai kecil, di permukaan dengan ketinggian 250 meter dari permukaan laut.

Penemuan tumbuhan langka ini merupakan yang pertama kali bagi Haray, sejak dia mulai menjelajah Hadabuan Hill. Tepatnya sejak tahun 2013 lalu.

Sementara hutan Hadabuan Hill sendiri merupakan kawasan hutan lindung seluas sekitar 200 Hektar. Terbentang mulai timur Danau Toba hingga ke kaki Bukit Barisan di Kabupaten Labura.

Hadabuan Hill merupakan rumah bagi banyak tumbuhan dan satwa liar yang berbagai diantaranya merupakan dilindungi.
Seperti Harimau Sumatera, Tapir, Beruang, Kambing Hutan, Burung Rangkong dan sebagainya.

Sementara Kepala Seksi Konservasi BBKSDA Wilayah II Sumut, Alvianto Luat Siregar mengatakan sudah mengetahui penemuan Bunga Bangkai ini. BBKSDA berencana akan segera melihat spesies bunga langka ini.

"Ini termasuk jenis Bungai Bangkai yang langka. Untuk ini, baru kali ini kami dapat informasi jenis bunga bangkai ini di Sumut. Biasanya yang kita temukan itu jenis Amorphopallus titanium," kata Alvianto.

Alvianto mengatakan BBKSDA memberikan apresiasi terhadap Haray Sam Munthe atas penemuan tumbuhan langka ini. Menurutnya selama ini Haray termasuk salah satu mitra BBKSDA yang berkontribusi positif.

Alvianto menjelaskan Amorphophallus Praini diklasifikasikan sebagai tumbuhan langka oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Selain itu di Indonesia tumbuhan ini juga dilindungi dengan Peraturan Menteri LHK nomor 106/2018 serta Undang-Undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati.

"Sesuai UU 5/1990 tentang KSDAH, sanksi jika sengaja merusak flora yang dilindungi terkena penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," katanya.

(dnu/dnu)