Mengenang Sepak Terjang Novel Baswedan dkk yang Resmi Dipecat KPK

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 15:37 WIB
Tentang Novel Baswedan, Penyidik Top KPK tapi Dibuang Gara-gara TWK
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)

Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah pernah pula berkisah bahwa para pegawai yang dipecat itu memiliki rekam jejak mengusut perkara kelas kakap. Perihal itu disampaikan Febri Diansyah melalui cuitannya di Twitter pada Rabu, 5 Mei 2021.

"Jika mereka yang bersih dan berjuang membongkar skandal korupsi justru ingin diusir dari lembaga antikorupsi, inilah yang sesungguhnya pantas disebut pembusukan upaya pemberantasan korupsi. Buah revisi UU KPK satu per satu terlihat. KPK tampak tumbuh dengan kontroversi dan minim prestasi," kata Febri dalam cuitannya, Rabu (5/5/2021).

Febri mengungkap penyidik yang disebut disingkirkan itu merupakan penyidik yang menangani kasus-kasus besar, seperti korupsi Bansos COVID-19 dan penyidik kasus e-KTP. Febri mengungkap pegawai yang diduga disingkirkan itu kini diisukan terkait isu radikal. Ia menilai siasat tersebut sering digunakan kelompok tertentu saat melabeli lawan politiknya.

"Ada kasus-kasus besar yang sekarang sedang ditangani sejumlah penyidik yang namanya beredar di media akan disingkirkan dari KPK. Sebut saja korupsi bansos COVID-19, suap benur di KKP, kasus suap terkait izin di ESDM dengan tersangka Samin Tan yang baru ditangkap beberapa waktu lalu, e-KTP dan juga Tanjungbalai," ujar Febri.

"Bahkan ada tim penyidik yang dulu pernah menangkap Setya Novanto, Ketua DPR RI dalam kasus e-KTP. Lebih konyol lagi, mereka distempel Taliban dan radikal. Narasi yang juga digunakan untuk menyerang lawan-lawan politik dan melegitimasi proses revisi UU KPK. Oleh orang-orang dan robot yang sama," imbuhnya.

Kini mereka telah menjadi mantan pegawai KPK. Di sisi lain ada tawaran dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk merekrut mereka menjadi ASN Polri. Namun mereka masih memilih memperjuangkan nasibnya ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


(dhn/fjp)