Remaja di Bali Ngaku Dianiaya-Disetrum Oknum Polisi, Keluarga Lapor Propam

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 13:11 WIB
Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi. (Sui Suadnyana/detikcom)
Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi. (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Remaja berinisial MR (14) di Bali mengaku dianiaya hingga disetrum oleh oknum polisi saat patroli penertiban balap liar di kawasan Denpasar Selatan. Akibat penganiayaan itu, MR mengaku mengalami patah tulang sehingga harus dirawat di rumah sakit.

"Saya kurang tahu tanggal berapa (pelaporannya) tapi yang jelas setelah kejadian itu, mereka melaporkan (ke Propam Polda Bali)," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi kepada wartawan di Polda Bali, Kamis (30/9/2021). Syamsi membenarkan kabar soal keluarga MR telah melapor ke Propam Polda Bali.

Syamsi menegaskan hingga saat ini belum jelas pelaku penganiayaan terhadap remaja tersebut. Sebab, saat kejadian, pelaku penganiayaan tidak mengenakan seragam polisi. Namun saat korban terjatuh ditolong oleh polisi berseragam.

"Tidak jelas siapa pelakunya karena bukan berpakaian seragam. Jadi pada saat pengamanan itu dilakukan penerbitan balap liar, jadi kemudian terjadi kejadian itu. Kemudian, datang polisi datang ke situ yang berpakaian seragam," kata dia.

Syamsi mengatakan pelapor juga belum mengetahui pelaku penganiayaan adalah polisi. Karena itu, pihak Bidang Propam Polda Bali tetap melakukan penyelidikan.

"Jadi terkait dengan itu diduga polisi belum tentu polisi karena yang melaporkan juga belum pastikan itu polisi. Jadi belum ada kepastian, tapi dalam hal ini mereka laporkan ke Propam jadi Propam tetap melalukan penyelidikan," terangnya.

Syamsi pun belum bisa memastikan polisi satuan mana yang menertibkan balap liar tersebut.

"Saya belum jelas juga yang mana melakukan operasi. Tapi yang jelas dilakukan penertiban balap liar pada saat patroli. Jadi korban itu dibantu oleh polisi tapi yang jelas apakah itu oknum (polisi) atau bukan masih dalam penyelidikan di Propam," kata dia.

Jika nantinya penganiayaan itu terbukti dilakukan oleh polisi, Syamsi menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sekarang lagi melalukan penyelidikan apakah itu polisi apa itu bukan tapi yang jelas kalau dia oknum tetap proses. Kalau dia memang anggota polisi sesuai undang-undang yang berlaku," tegasnya.

(nvl/nvl)