Polisi Ungkap Alasan Napoleon Pukul Kace Kedua Kalinya: Tunjukkan Kekuasaan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 12:17 WIB
Mantan Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara. Ia terbukti bersalah menerima suap USD 370 ribu dan SGD 200 ribu dari Djoko Tjandra
Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Kace sebanyak dua kali, yakni saat dini hari dan sore hari pada Kamis (26/8). Polisi mengungkapkan sore harinya Irjen Napoleon kembali menganiaya Kace dengan cara memukulnya.

"Dipukul dengan tangan kosong," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Kamis (30/9/2021).

Andi menjelaskan alasan Irjen Napoleon menganiaya Kace untuk kedua kalinya. Menurutnya, Irjen Napoleon ingin menunjukkan kekuasaannya di Rutan Bareskrim Polri.

Diketahui, pada dini hari saat penganiayaan terjadi, Kace sudah dipukul dan dilumuri kotoran manusia oleh Napoleon. Napoleon melakukan pengeroyokan itu bersama beberapa tahanan lainnya.

"Dia ingin menunjukkan bahwa yang berkuasa di sel adalah NB (Napoleon Bonaparte)," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Andi, tidak ada petugas yang menyadari Kace dianiaya Irjen Napoleon, padahal hal tersebut berlangsung sebanyak dua kali pada hari yang sama. Petugas baru tahu Kace dianiaya setelah dirinya membuat laporan polisi (LP).

"Kejadian diketahui petugas setelah korban buat LP," imbuh Andi.

Sebelumnya, polisi menetapkan lima tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kace di Rutan Bareskrim Polri. Polisi menyebut Muhammad Kace dianiaya dua kali.

Dirtipidum Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Kace dianiaya di dua lokasi di dalam rutan. Awalnya Kace dikeroyok oleh lima tersangka di dalam selnya. Kemudian kedua kalinya dikeroyok oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

"Kejadian pengeroyokan itu sendiri ada di dalam sel korban. Kemudian ada satu TKP lagi proses 351 penganiayaan yang dilakukan oleh NB sendiri. Ya untuk tempo yang pertama 170, itu sekitar pukul 01.00 WIB, dini hari tanggal 26. Sementara yang kejadian 351 itu sendiri terjadi di sore hari sekitar pukul 15.00 WIB," kata Andi kepada wartawan, Rabu (29/9).

Andi menyebut tidak ada peran khusus pada kelima tersangka. Dia mengatakan kelima tersangka secara bersamaan mengeroyok Kace.

"Kalau kita bicara pengeroyokan, nggak ada bicara peran karena kan secara bersama-sama," terang Andi.

Simak juga 'Irjen Napoleon Bonaparte Jadi Tersangka Penganiayaan M Kece':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)